Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora
Regulasi & Kebijakan

Aturan Akreditasi Jurnal 2026 Berubah Total, Ini yang Harus Segera Dilakukan

Kalau Anda baru buka email dari Kemendiktisaintek atau baca pengumuman di grup WhatsApp pengelola jurnal, dan langsung merasa jantung agak kencang - wajar. Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 yang ditandatangani awal tahun ini bukan sekadar revisi kecil. Ini penggantian total terhadap Permenristekdikti 9/2018 yang sudah jadi pegangan selama delapan tahun.

Yang bikin panik: aturan lama yang sudah Anda hafal di luar kepala, yang jadi dasar Anda menyusun jurnal selama ini, sekarang tidak berlaku lagi. Scoring berubah, kriteria bertambah, dan ada mekanisme baru yang sebelumnya tidak pernah ada - termasuk monitoring pasca-akreditasi yang bisa menurunkan peringkat jurnal Anda kapan saja. Bukan cuma saat reakreditasi.

Tapi jangan diam saja sambil berharap semua baik-baik saja. Artikel ini menyusun action plan konkret berdasarkan Juknis 374 yang terbit 6 Agustus 2026. Baca sampai habis, lalu langsung eksekusi satu per satu. Waktu Anda tidak banyak.

Apa yang Sebenarnya Berubah dari Aturan Lama?

Permenristekdikti 9/2018 menggunakan penilaian 8 kriteria dengan bobot yang relatif merata. Anda terbiasa menghitung skor dari manajemen jurnal, substansi artikel, gaya penulisan, dan sebagainya dalam format yang sudah bertahun-tahun sama. Sekarang, seluruh framework itu diganti.

Permendiktisaintek 9/2026 membagi penilaian menjadi dua blok besar: Tata Kelola (46 poin) dan Mutu Artikel (54 poin), total 100. Di dalam Tata Kelola, keberagaman penulis menyumbang sekitar 22 poin - ini yang paling besar. Penyebarluasan sekitar 12 poin, lalu identitas jurnal, website, dan keberkalaan masing-masing mengisi sisa 12 poin. Di blok Mutu Artikel, substansi bernilai 34 poin dan gaya penulisan 20 poin.

Artinya: jurnal yang selama ini kuat di substansi tapi lemah di keberagaman penulis, sekarang punya masalah besar. Hampir seperempat total skor ditentukan oleh siapa yang menulis di jurnal Anda - bukan cuma apa yang ditulis.

Yang juga baru: sebelum skor ini dihitung sama sekali, jurnal Anda harus lolos 8 gate criteria dalam format PASS/FAIL. Gagal di satu gate saja, scoring tidak dilanjutkan. Jurnal Anda langsung tidak lolos. Titik.

8 Gate Criteria: Pintu yang Harus Dilewati Sebelum Dinilai

Ini konsep yang benar-benar baru. Di aturan lama, semua aspek dihitung bersamaan - tidak ada yang langsung menggugurkan. Sekarang ada 8 syarat minimum yang sifatnya binary: terpenuhi atau tidak. Tidak ada nilai tengah, tidak ada "hampir lolos".

Gate criteria ini mencakup hal-hal fundamental seperti: jurnal harus punya ISSN aktif, website yang bisa diakses publik, minimal 2 terbitan per tahun yang konsisten, DOI terdaftar untuk semua artikel, proses peer review yang terdokumentasi, kebijakan etika publikasi yang dipublikasikan, minimal 60 persen konten berupa original research, dan kebijakan penggunaan AI (AI Policy) yang jelas.

Banyak pengelola jurnal yang selama ini merasa aman karena skor akreditasinya tinggi, tapi ternyata belum punya AI Policy tertulis atau belum mendaftarkan DOI untuk artikel-artikel lama. Di aturan baru, hal "sepele" seperti ini bisa langsung menggugurkan seluruh proses.

Yang perlu digarisbawahi: asesor sekarang bisa memeriksa backend OJS Anda secara langsung. Bukan cuma melihat tampilan depan website. Mereka bisa mengecek apakah proses review benar-benar terjadi, apakah timeline review masuk akal, dan apakah ada manipulasi tanggal. Jadi pastikan semua yang ada di backend Anda bersih dan sesuai kenyataan.

Keberagaman Penulis: Bobot Besar yang Sering Diabaikan

Dengan alokasi sekitar 22 poin dari total 100, keberagaman penulis menjadi komponen tunggal terbesar dalam scoring. Ini bukan soal kuota atau formalitas - ini soal apakah jurnal Anda benar-benar menarik kontributor dari berbagai institusi, daerah, bahkan negara.

Di aturan lama, keberagaman penulis dihitung tapi bobotnya tidak sedominan ini. Banyak jurnal yang terbit teratur dan isinya bagus, tapi 80 persen penulisnya dari institusi sendiri. Di era Permenristekdikti 9/2018, jurnal seperti ini masih bisa dapat Sinta 2 atau 3. Di era baru, skor 22 poin ini akan sangat rendah untuk jurnal yang didominasi penulis internal.

Apa yang harus dilakukan? Mulai sekarang, secara aktif undang penulis dari luar institusi. Bangun jejaring dengan jurnal lain untuk pertukaran reviewer dan penulis. Ikut konferensi nasional dan internasional bukan cuma untuk presentasi, tapi untuk menjaring penulis potensial. Ini investasi jangka panjang yang harus dimulai hari ini.

Cek profil keberagaman jurnal Anda di publiora.id/journals - data di sana bisa membantu Anda melihat seberapa beragam kontributor jurnal Anda dibanding jurnal lain di bidang yang sama.

Monitoring Pasca-Akreditasi: Peringkat Bisa Turun Kapan Saja

Ini mungkin perubahan paling menakutkan bagi pengelola jurnal yang sudah nyaman dengan status akreditasinya. Di aturan lama, setelah jurnal mendapat peringkat, status itu relatif aman sampai masa berlaku habis (5 tahun). Penurunan peringkat di tengah jalan sangat jarang terjadi dan prosesnya panjang.

Sekarang tidak lagi. Permendiktisaintek 9/2026 secara eksplisit mengatur mekanisme monitoring berkelanjutan. Jurnal yang sudah terakreditasi bisa diturunkan peringkatnya, dibekukan, atau bahkan dicabut akreditasinya jika ditemukan pelanggaran atau penurunan kualitas yang signifikan.

Ini berarti akreditasi bukan lagi "satu kali kerja keras, lalu santai 5 tahun." Anda harus menjaga konsistensi kualitas di setiap terbitan. Setiap edisi yang terbit setelah akreditasi tetap bisa diperiksa. Kalau ada penurunan drastis - misalnya keberagaman penulis anjlok, atau proses review jadi asal-asalan - peringkat Anda bisa ditarik tanpa menunggu reakreditasi.

Untuk memantau posisi jurnal Anda secara berkala dan melihat apakah ada tren penurunan yang perlu diwaspadai, gunakan tools di publiora.id/cek-jurnal.

Action Plan: 6 Langkah yang Harus Dilakukan Minggu Ini

Langkah 1: Cek status akreditasi Anda saat ini. Sebelum panik soal aturan baru, pastikan dulu Anda tahu posisi Anda sekarang. Kapan akreditasi berakhir? Apakah Anda masuk kelompok yang harus reakreditasi dalam 12 bulan ke depan, atau masih punya waktu? Cek langsung di publiora.id/cek-jurnal untuk melihat status terkini.

Langkah 2: Audit 8 gate criteria satu per satu. Buat checklist sederhana: ISSN aktif (cek), website publik (cek), konsistensi terbitan (cek), DOI semua artikel (cek atau belum?), peer review terdokumentasi (cek), etika publikasi dipublikasikan (cek), minimal 60% original research (hitung!), AI Policy (ada atau belum?). Yang belum terpenuhi, itu prioritas nomor satu Anda.

Langkah 3: Audit keberagaman penulis secara jujur. Hitung berapa persen penulis di 2-3 edisi terakhir yang berasal dari institusi Anda sendiri. Kalau lebih dari 40%, Anda punya masalah. Mulai buka call for papers yang lebih agresif ke luar, dan pertimbangkan untuk membatasi proporsi penulis internal per edisi.

Langkah 4: Siapkan dan publikasikan AI Policy. Ini gate criteria yang paling mudah dipenuhi tapi paling sering terlupakan. Tulis kebijakan yang jelas tentang penggunaan AI dalam penulisan artikel yang diterbitkan jurnal Anda. Apakah diperbolehkan untuk proofreading? Bagaimana dengan AI untuk analisis data? Apa yang tidak diperbolehkan? Publikasikan di website jurnal, mudah ditemukan, dan pastikan ada di halaman "Author Guidelines".

Langkah 5: Rapikan proses review di OJS. Ingat, asesor bisa masuk ke backend OJS Anda. Pastikan: setiap submission ada reviewer yang ditugaskan, ada tanggal assignment dan tanggal review selesai yang masuk akal, ada keputusan editor yang terdokumentasi, dan tidak ada submission yang "menggantung" tanpa status jelas. Kalau ada submission lama yang tidak pernah diproses, selesaikan atau decline secara resmi.

Jangan Tunggu Sampai Deadline Mendekat

Kesalahan paling umum pengelola jurnal di Indonesia: baru sibuk 3 bulan sebelum deadline reakreditasi. Di aturan lama, ini mungkin masih bisa diselamatkan dengan kerja lembur. Di aturan baru, dengan gate criteria yang bersifat PASS/FAIL dan monitoring berkelanjutan, strategi "kebut semalam" tidak akan berhasil.

Keberagaman penulis tidak bisa dibangun dalam sebulan. Proses review yang rapi tidak bisa difabrikasi retroaktif (asesor bisa lihat timestamp di OJS). DOI retroaktif butuh proses pendaftaran yang tidak instan. Semua ini butuh waktu minimal 6-12 bulan untuk benar-benar rapi.

Mulai hari ini. Bukan besok, bukan minggu depan, bukan "nanti kalau sudah ada waktu." Buka checklist gate criteria, tandai yang belum terpenuhi, dan kerjakan satu per satu mulai dari yang paling kritis. Gunakan data di Publiora untuk benchmark posisi Anda terhadap jurnal lain dan identifikasi gap yang paling besar.

Aturan baru ini memang terasa berat, tapi tujuannya jelas: menaikkan standar jurnal Indonesia ke level internasional. Jurnal yang sudah dikelola dengan baik justru akan diuntungkan. Yang perlu khawatir adalah jurnal yang selama ini "jalan di tempat" dan mengandalkan status quo. Pilihan ada di tangan Anda.

FAQ

Permendiktisaintek 9/2026 sudah ditandatangani dan berlaku. Juknis 374 yang menjadi panduan teknis pelaksanaannya terbit 6 Agustus 2026. Artinya, semua pengajuan akreditasi dan reakreditasi mulai sekarang menggunakan aturan baru ini.

Ya, tetap kena dampak. Pertama, mekanisme monitoring pasca-akreditasi berlaku untuk semua jurnal terakreditasi, bukan hanya yang baru mengajukan. Kedua, saat Anda reakreditasi nanti, yang dipakai adalah aturan baru. Jadi persiapan harus dimulai sekarang, bukan menunggu masa berlaku habis.

Proses penilaian tidak dilanjutkan. Jurnal dinyatakan tidak lolos akreditasi tanpa dihitung skornya. Tidak ada mekanisme "hampir lolos" atau pengurangan poin. Ini bersifat eliminasi langsung, jadi semua 8 gate criteria harus terpenuhi sebelum scoring dimulai.

Tidak ada template baku dari Kemendiktisaintek, tapi minimal harus mencakup: posisi jurnal terhadap penggunaan AI dalam penulisan artikel, batasan apa yang diperbolehkan dan tidak, kewajiban disclosure dari penulis jika menggunakan AI tools, dan konsekuensi jika melanggar. Publikasikan di halaman yang mudah ditemukan di website jurnal.

Biaya DOI bervariasi tergantung provider (Crossref, DataCite, dll). Untuk jurnal dengan ratusan artikel lama yang belum punya DOI, biayanya bisa signifikan. Tapi ini investasi wajib karena masuk gate criteria. Estimasi biaya dan bandingkan opsi di publiora.id/biaya-publikasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan aturan akreditasi baru ini berlaku?

Permendiktisaintek 9/2026 berlaku sejak diundangkan 7 Juli 2026. Juknis teknisnya (Kepdirjen 374) terbit 6 Agustus 2026.

Apakah jurnal yang sudah terakreditasi harus langsung menyesuaikan?

Tidak langsung. Akreditasi yang sudah ditetapkan tetap berlaku sampai masa berlakunya habis. Tapi saat reakreditasi nanti, penilaiannya menggunakan aturan baru.

Apa itu gate criteria dan kenapa berbahaya?

Gate criteria adalah 8 syarat minimum yang bersifat PASS/FAIL. Gagal di satu saja, jurnal tidak dinilai sama sekali (skor 0). Contoh: DOI wajib semua artikel, AI Policy wajib.

Berapa skor minimum untuk Peringkat 4 (terendah)?

Skor minimum 60 dari 100 (46 tata kelola + 54 mutu artikel). Di bawah 60 berarti tidak terakreditasi.

Apakah monitoring pasca-akreditasi berarti akreditasi bisa dicabut?

Ya. Ini fitur baru di aturan 2026. Dirjen bisa menurunkan peringkat, membekukan sementara, atau mencabut akreditasi jika ditemukan pelanggaran selama masa berlaku.

Temukan jurnal yang tepat untuk naskah Anda

Jelajahi ribuan jurnal terakreditasi Sinta, bandingkan, dan dapatkan rekomendasi AI.