Kalau kamu baru baca pengumuman bahwa peringkat SINTA 5 dan 6 dihapus dan langsung membuka Google dengan tangan gemetar - kamu tidak sendirian. Ribuan pengelola jurnal di seluruh Indonesia sedang merasakan hal yang sama persis saat ini. Jurnal yang selama ini kamu kelola dengan susah payah, yang sudah terakreditasi SINTA 5 atau 6, tiba-tiba terancam "hilang" dari sistem peringkat nasional.
Kabar baiknya: jurnalmu BELUM hilang. Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 yang berlaku sejak 7 Juli 2026 memang hanya mengakui peringkat 1 sampai 4. Tapi ada ketentuan peralihan di Pasal 16 yang menjamin jurnal yang sudah terakreditasi SINTA 5 atau 6 tetap berlaku sampai masa berlakunya habis. Kamu punya waktu - tapi waktu itu terbatas.
Artikel ini ditulis khusus untuk kamu, pengelola jurnal SINTA 5 dan 6, yang butuh kejelasan: apa yang sebenarnya berubah, berapa lama waktu yang tersisa, dan apa yang harus dilakukan mulai sekarang supaya jurnalmu tidak benar-benar kehilangan akreditasi. Baca sampai habis - ini bukan artikel teori, ini panduan aksi.
Apa yang Sebenarnya Berubah? Memahami Aturan Baru Tanpa Panik
Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026, yang resmi berlaku tanggal 7 Juli 2026, menggantikan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 yang selama ini jadi dasar hukum akreditasi jurnal nasional. Perubahan paling mencolok dan yang bikin banyak orang panik: sistem peringkat yang tadinya 6 level (SINTA 1 sampai SINTA 6) sekarang dipangkas jadi hanya 4 level.
Dalam aturan baru ini, peringkat terendah yang diakui adalah Peringkat 4 dengan skor minimum 60 poin. Tidak ada lagi Peringkat 5, tidak ada lagi Peringkat 6. Ini bukan rumor atau kabar burung - ini sudah hitam di atas putih dalam peraturan menteri yang sudah diundangkan.
Pedoman teknis pelaksanaannya juga sudah keluar: Juknis Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tanggal 6 Agustus 2026 mengatur detail bagaimana penilaian dilakukan dengan sistem baru ini. Jadi ini bukan rencana yang masih bisa berubah - mesin sudah jalan.
Tapi sebelum kamu memutuskan untuk menutup jurnal atau menyerah, pahami dulu: penghapusan SINTA 5 dan 6 bukan berarti jurnalmu langsung dicabut akreditasinya hari ini. Ada mekanisme transisi yang cukup manusiawi, dan di situlah peluangmu.
Jurnalku Masih Aman? Memahami Ketentuan Peralihan Pasal 16
Ini bagian terpenting yang harus kamu pahami dengan jernih. Pasal 16 ketentuan peralihan dalam Permendiktisaintek 9/2026 menyatakan bahwa jurnal yang SUDAH terakreditasi berdasarkan aturan lama - termasuk yang peringkatnya SINTA 5 atau 6 - tetap diakui dan berlaku sampai masa berlaku akreditasinya habis.
Artinya kalau jurnalmu dapat akreditasi SINTA 5 di tahun 2024 dengan masa berlaku 5 tahun, maka akreditasi itu tetap sah sampai 2029. Selama periode itu, jurnalmu masih resmi terakreditasi nasional, masih bisa dipakai dosen untuk kenaikan pangkat, dan masih tercatat di database SINTA.
Yang berubah adalah: setelah masa berlaku habis, kamu TIDAK bisa memperpanjang di peringkat yang sama. Tidak ada lagi opsi "reakreditasi SINTA 5" atau "reakreditasi SINTA 6" karena peringkat itu sudah tidak eksis dalam aturan baru. Kamu harus submit ulang dan dinilai dengan aturan baru - yang berarti minimal harus mencapai skor 60 untuk dapat Peringkat 4.
Jadi pertanyaan sesungguhnya bukan "apakah jurnalku masih aman" - jawabannya ya, untuk saat ini. Pertanyaan yang benar adalah "berapa bulan lagi masa berlaku akreditasiku habis, dan apakah jurnalku bisa mencapai skor 60 sebelum itu?" Cek masa berlaku akreditasimu sekarang - itu deadline-mu yang sesungguhnya.
Kalau kamu tidak yakin kapan masa berlaku akreditasimu habis atau ingin tahu posisi jurnalmu saat ini, kamu bisa cek langsung di database jurnal yang sudah terverifikasi.
Cek status akreditasi jurnalmu sekarang →Skor 60: Seberapa Sulit dan Dari Mana Angkanya?
Dalam sistem penilaian baru, total skor maksimal untuk akreditasi jurnal adalah 100 poin yang terbagi dalam dua komponen besar: Tata Kelola Jurnal (bobot 46 poin) dan Mutu Artikel (bobot 54 poin). Untuk mendapat Peringkat 4 sebagai peringkat terendah, jurnalmu harus meraih minimal 60 poin dari total 100.
Bagi jurnal yang selama ini di SINTA 5 atau 6, angka 60 ini mungkin terdengar menakutkan. Tapi mari kita bedah: komponen tata kelola (46 poin) mencakup hal-hal yang sebenarnya bisa kamu benahi tanpa perlu mengubah kualitas riset - ini soal manajemen, konsistensi, dan kepatuhan terhadap standar penerbitan. Website yang rapi, metadata yang lengkap, proses review yang terdokumentasi, kebijakan etika yang jelas.
Komponen mutu artikel (54 poin) memang lebih berat karena menyangkut substansi - kualitas peer review, orisinalitas, dampak sitasi, dan sebagainya. Tapi ingat, kamu tidak perlu dapat 54 dari 54. Kamu perlu total 60 dari 100, jadi kalau tata kelolamu sudah solid (katakanlah 35-40 dari 46), kamu hanya perlu sekitar 20-25 poin dari komponen mutu artikel.
Yang sering dilupakan pengelola jurnal SINTA 5/6: banyak poin yang hilang bukan karena kualitas risetnya jelek, tapi karena hal-hal teknis dan administratif yang sebenarnya bisa diperbaiki. DOI yang tidak terdaftar dengan benar, metadata yang tidak lengkap, halaman kebijakan etika yang tidak ada, atau proses review yang tidak terdokumentasi. Ini semua "poin gratis" yang sering terbuang.
Kuncinya adalah audit jujur terhadap kondisi jurnalmu saat ini. Berapa skor terakhir yang kamu dapat? Komponen mana yang nilainya paling rendah? Di situlah kamu harus fokus perbaikan.
8 Gate Criteria: Pintu yang Harus Terbuka Sebelum Jurnalmu Dinilai
Sebelum jurnalmu bahkan masuk tahap penilaian skor, ada 8 syarat mutlak yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Ini disebut gate criteria - kalau satu saja tidak lolos, jurnalmu tidak akan dinilai sama sekali. Bukan dapat skor rendah, tapi TIDAK DINILAI. Jadi ini prioritas nomor satu.
Delapan gate criteria tersebut adalah: (1) memiliki e-ISSN yang terdaftar dan aktif, (2) telah terbit secara berturut-turut selama minimal 3 tahun, (3) menerbitkan minimal 2 edisi per tahun, (4) setiap edisi memuat minimal 5 artikel, (5) semua artikel memiliki DOI yang aktif dan bisa di-resolve, (6) full text artikel dapat diakses secara terbuka, (7) memiliki dan menerapkan kebijakan etika publikasi yang mengacu pada COPE atau sejenisnya, dan (8) transparansi informasi biaya penerbitan (APC) di website jurnal.
Dari delapan syarat ini, mana yang paling sering jadi masalah buat jurnal SINTA 5/6? Berdasarkan pengalaman, yang paling banyak gagal adalah: DOI yang tidak aktif atau tidak terdaftar dengan benar (sering kali DOI sudah didaftarkan tapi prefix-nya salah atau tidak di-deposit ke Crossref), halaman etika publikasi yang tidak ada atau hanya copy-paste tanpa adaptasi, dan transparansi APC yang tidak ditampilkan di website.
Kabar baiknya, semua gate criteria ini bersifat biner - lolos atau tidak. Dan semuanya bisa diperbaiki dalam waktu relatif singkat kalau kamu tahu apa yang kurang. Tidak perlu riset tambahan, tidak perlu nunggu reviewer, tidak perlu menunggu edisi berikutnya terbit. Ini pekerjaan administratif dan teknis yang bisa kamu selesaikan dalam hitungan minggu.
Saran paling praktis: buat checklist dari 8 gate criteria ini, cek satu per satu kondisi jurnalmu, dan tandai mana yang sudah aman dan mana yang perlu diperbaiki. Kerjakan yang belum lolos sebelum mengkhawatirkan hal lain.
- e-ISSN terdaftar dan aktif di ISSN Portal
- Terbit berturut-turut minimal 3 tahun tanpa jeda
- Minimal 2 edisi per tahun (bisa lebih)
- Minimal 5 artikel per edisi
- Semua artikel punya DOI aktif (cek di doi.org)
- Full text bisa diakses terbuka tanpa login/paywall
- Kebijakan etika publikasi ada dan mengacu COPE
- Informasi APC/biaya penerbitan transparan di website
Timeline Realistis: Berapa Lama Waktu yang Kamu Punya?
Mari hitung mundur dengan jujur. Masa berlaku akreditasi jurnal biasanya 5 tahun. Kalau jurnalmu terakhir diakreditasi tahun 2022 atau 2023, berarti kamu punya waktu sampai 2027 atau 2028. Terdengar lama? Jangan tertipu - waktu untuk mempersiapkan jurnal dari level SINTA 5/6 ke standar yang bisa meraih skor 60 bukan pekerjaan semalam.
Yang perlu kamu perhitungkan: perbaikan tata kelola (website, kebijakan, metadata) butuh 2-3 bulan kalau dikerjakan serius. Peningkatan kualitas artikel membutuhkan minimal 2-3 edisi penerbitan yang sudah menerapkan standar baru - artinya 1-2 tahun kalau kamu terbit 2 kali setahun. Proses submit akreditasi ulang sendiri juga butuh waktu untuk administrasi dan antrian penilaian.
Jadi kalau masa berlakumu habis tahun 2027, kamu sebenarnya harus sudah mulai berbenah SEKARANG. Bukan tahun depan, bukan semester depan - sekarang. Setiap edisi yang terbit mulai sekarang harus sudah menerapkan standar yang lebih tinggi karena edisi-edisi itulah yang akan dinilai saat kamu submit ulang nanti.
Skenario terburuk: masa berlakumu habis tahun 2026 (akhir tahun ini atau awal 2027). Kalau ini kasusmu, kamu dalam mode darurat. Prioritaskan gate criteria dulu supaya minimal lolos pintu masuk, lalu fokus ke komponen tata kelola yang perbaikannya paling cepat terlihat hasilnya. Mutu artikel tidak bisa diperbaiki instan, tapi tata kelola bisa.
Untuk tahu persis kapan deadline-mu dan apa yang perlu diprioritaskan, mulai dari mengecek data akreditasi jurnalmu yang tercatat di database resmi.
Verifikasi data akreditasi jurnalmu →Langkah Konkret Mulai Minggu Ini: Action Plan untuk Pengelola Jurnal
Cukup paniknya. Sekarang waktunya bergerak. Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu mulai minggu ini - bukan bulan depan, bukan setelah rapat redaksi, tapi minggu ini.
Minggu pertama: Audit gate criteria. Buka website jurnalmu dan cek satu per satu. Apakah e-ISSN-mu valid? Cek di portal.issn.org. Apakah DOI semua artikelmu bisa di-resolve? Coba klik dari doi.org. Apakah ada halaman etika publikasi? Apakah APC tercantum jelas? Catat semua yang kurang dan langsung perbaiki yang bisa diperbaiki hari itu juga.
Minggu kedua sampai keempat: Perbaiki semua gap di gate criteria. Daftarkan DOI yang belum terdaftar, tulis halaman etika publikasi yang proper (jangan copy-paste - adaptasi guideline COPE untuk konteks jurnalmu), tampilkan informasi APC dengan jelas. Pastikan semua artikel bisa diakses full text tanpa hambatan.
Bulan kedua dan ketiga: Benahi tata kelola. Ini termasuk: kelengkapan metadata di setiap artikel (abstrak bilingual, keywords, afiliasi penulis yang lengkap), proses review yang terdokumentasi (bukan cuma dilakukan tapi ada bukti tertulis), dan konsistensi penerbitan. Mulai terapkan standar yang lebih ketat untuk artikel yang masuk mulai edisi berikutnya.
Paralel dengan semua ini: mulai bangun jejak sitasi dan visibilitas. Pastikan artikelmu terindeks di Google Scholar dengan benar, dorong penulis untuk menyertakan referensi yang relevan, dan aktif di komunitas akademik. Komponen mutu artikel memang tidak bisa instan, tapi setiap langkah kecil yang dimulai hari ini akan terlihat hasilnya saat evaluasi nanti.
- Minggu 1: Audit 8 gate criteria, catat semua gap
- Minggu 2-4: Perbaiki semua gate criteria yang belum lolos
- Bulan 2-3: Benahi tata kelola jurnal (metadata, review, konsistensi)
- Bulan 3+: Terapkan standar artikel lebih ketat untuk edisi baru
- Paralel: Bangun visibilitas dan indeksasi (Google Scholar, Crossref, DOAJ)
Jangan Hadapi Sendirian: Gunakan Tools yang Ada
Salah satu kesalahan paling umum pengelola jurnal SINTA 5/6 adalah mencoba membenahi semuanya sendirian tanpa data yang jelas. Kamu tidak tahu skor komponen mana yang paling lemah, tidak tahu apakah DOI-mu benar-benar aktif semua, tidak tahu bagaimana posisi jurnalmu dibanding kompetitor di bidang yang sama.
Di sinilah pentingnya punya akses ke data yang akurat dan ter-update. Publiora menyediakan database jurnal terakreditasi yang bisa kamu gunakan untuk benchmarking - lihat jurnal lain di bidangmu yang sudah Peringkat 3 atau 4, pelajari apa yang mereka lakukan berbeda. Kadang insight terbaik datang dari melihat contoh nyata, bukan dari membaca regulasi.
Kamu juga bisa memverifikasi apakah data jurnalmu di sistem sudah sesuai dengan kondisi aktual. Sering terjadi ada ketidaksesuaian antara apa yang tercatat di database dengan realita di lapangan - dan ketidaksesuaian ini bisa jadi masalah saat proses penilaian ulang.
Yang terpenting: jangan menunggu sampai masa berlaku akreditasimu tinggal 6 bulan baru mulai berbenah. Jurnal-jurnal yang berhasil naik peringkat adalah yang memulai persiapan jauh-jauh hari, bukan yang baru gerak saat deadline sudah di depan mata. Waktu adalah sumber daya paling berharga yang kamu punya sekarang - gunakan dengan bijak.
Cek posisi jurnalmu di database Publiora →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah jurnal SINTA 5/6 saya langsung dicabut akreditasinya?
Tidak. Berdasarkan Pasal 16 ketentuan peralihan Permendiktisaintek 9/2026, jurnal yang sudah terakreditasi SINTA 5 atau 6 tetap berlaku dan diakui sampai masa berlaku akreditasinya habis. Yang berubah adalah setelah habis masa berlaku, kamu tidak bisa memperpanjang di peringkat yang sama karena peringkat 5 dan 6 sudah tidak ada dalam aturan baru.
Berapa skor minimum yang harus dicapai untuk tetap terakreditasi?
Dalam aturan baru, peringkat terendah adalah Peringkat 4 dengan skor minimum 60 poin dari total 100. Skor ini terdiri dari komponen tata kelola jurnal (bobot 46 poin) dan mutu artikel (bobot 54 poin). Jadi jurnalmu harus mencapai minimal 60 poin gabungan untuk bisa tetap terakreditasi setelah masa berlaku akreditasi lama habis.
Apa itu gate criteria dan kenapa penting?
Gate criteria adalah 8 syarat mutlak yang harus dipenuhi SEBELUM jurnalmu masuk tahap penilaian skor. Kalau satu saja gagal, jurnalmu tidak akan dinilai sama sekali. Delapan syarat itu: e-ISSN aktif, terbit 3 tahun berturut-turut, minimal 2 edisi/tahun, minimal 5 artikel/edisi, semua artikel punya DOI, full text accessible, kebijakan etika publikasi (COPE), dan transparansi APC. Ini harus jadi prioritas pertama yang kamu benahi.
Kapan Permendiktisaintek 9/2026 mulai berlaku dan apa pedoman teknisnya?
Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 resmi berlaku sejak 7 Juli 2026, menggantikan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018. Pedoman teknis pelaksanaannya diatur dalam Juknis Nomor 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026 yang diterbitkan tanggal 6 Agustus 2026. Kedua regulasi ini sudah berlaku dan menjadi dasar penilaian akreditasi jurnal ke depan.
Apakah masih mungkin jurnal SINTA 5/6 naik ke Peringkat 4?
Sangat mungkin, dan ini sebenarnya jalan satu-satunya. Banyak poin di komponen tata kelola yang bisa diperbaiki dalam hitungan bulan tanpa mengubah kualitas riset - website yang rapi, metadata lengkap, proses review terdokumentasi, kebijakan etika yang jelas. Fokus perbaiki gate criteria dulu, lalu benahi tata kelola, dan secara paralel tingkatkan standar artikel untuk edisi-edisi berikutnya. Kunci utamanya adalah mulai sekarang, jangan tunggu deadline.
Bagaimana kalau masa berlaku akreditasi saya habis akhir 2026?
Kamu dalam mode darurat. Prioritaskan pemenuhan 8 gate criteria secepat mungkin karena itu syarat mutlak. Lalu fokus ke perbaikan tata kelola yang hasilnya paling cepat terlihat: kelengkapan metadata, halaman kebijakan, transparansi proses. Untuk komponen mutu artikel, pastikan edisi yang sedang/akan terbit sudah menerapkan standar lebih ketat. Tidak ada jaminan berhasil dalam waktu singkat, tapi tidak mencoba berarti pasti kehilangan akreditasi.
Apakah artikel di jurnal SINTA 5/6 masih dihitung untuk kenaikan pangkat dosen?
Selama akreditasi jurnalmu masih berlaku (belum habis masa berlakunya), artikel yang diterbitkan tetap diakui sesuai peringkat yang tercantum. Setelah masa berlaku habis dan jurnal tidak berhasil reakreditasi, status artikel yang sudah terbit sebelumnya biasanya tetap diakui berdasarkan peringkat saat artikel diterbitkan. Tapi untuk kepastian, cek kebijakan institusi masing-masing karena implementasinya bisa berbeda.
