Indeks Bahaya dan Upaya Mitigasi Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Wilayah Kecamatan Teluk Pakedai
The Hazard Index and Efforts to Mitigate Extremed Wave and Abration Disaster in Teluk Pakedai District
Abstrak
Wilayah pesisir menghadapi ancaman dari aktivitas hidro-oceanografi dan tindakan manusia, yang mengakibatkan bencana seperti gelombang ekstrim dan erosi pantai. Di Indonesia, khususnya di kecamatan Teluk Pakedai, masalah ini sangat mencolok. Strategi mitigasi yang efektif, disesuaikan dengan karakteristik daerah, sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ancaman gelombang ekstrim dan abrasi di Teluk Pakedai serta mengembangkan rencana mitigasi. Menggunakan metode Analisis Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi (GEA) yang diuraikan dalam pedoman BNPB Tahun 2012, faktor-faktor seperti tinggi gelombang, arus laut, tipologi pantai, vegetasi, dan bentuk garis pantai akan dinilai dan dipetakan menggunakan ArcGIS. Dari tahun 2018-2023, erosi dan akresi yang signifikan teramati, dengan erosi tertinggi di Desa Kuala Karang (16,93 Ha) dan akresi tertinggi di Desa Tanjung Bunga (57,79 Ha). Tujuh desa menghadapi ancaman dengan tingkat bahaya sedang hingga tinggi dari ancaman ini. Strategi mitigasi yang direkomendasikan termasuk penanaman mangrove, pembangunan breakwater, pembentukan sistem peringatan dini, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko gelombang ekstrim dan abrasi.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi KelautanArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
