Pengaruh Jarak Lintasan Terhadap Biaya Operasional Kapal Penyeberangan
Distance's Effects on Ferry Ship's Operating Costs
Abstrak
Penempatan kapal dalam suatu trayek lintasan umumnya tidak ada yang sama baik dari segi tonase dan kapasitas muatnya seperti yang terjadi di lintas penyeberangan Bira-Pamatata di Sulawesi Selatan. Jumlah armada yang melayani lintasan Bira-Pamatata sebanyak tiga kapal dengan kapasitas muat berbeda beda dan tonase masing masing sebesar KMP Balibo 540 GT; KMP Kormomolin 884 GT; dan KMP Bontoharu 1053 GT. Tentu hal ini akan berdampak pada ketidakseimbangan pendapatan antar penyedia jasa angkutan penyeberangan akibat perbedaan kapasitas muat dan biaya operasional kapal. Jarak lintasan dan jumlah frekuensi juga sangat berpengaruh terhadap besaran biaya operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak lintasan serta jumlah frekuensi kapal terhadap besaran biaya operasional untuk kapal yang berbeda ukuran. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran kapal yang efektif dan efisien untuk ditempatkan pada suatu jarak lintasan dan frekuensi tertentu dari segi biaya operasionalnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa jarak sangat berpengaruh pada biaya operasional kapal. Semakin jauh jarak lintasan, maka biaya operasional akan meningkat secara linear. Setiap pertambahan 1 mil terjadi kenaikan biaya operasional (Rp/SUP) untuk variasi jarak sebesar KMP Balibo Rp262.40; KMP Kormomolin Rp213.13; dan KMP Bontoharu Rp.234.49. Jarak juga berpengaruh pada waktu operasi kapal. Semakin jauh jarak, maka waktu operasi kapal juga meningkat yang menyebabkan frekuensi yang dapat dicapai kapal semakin menurun seiring bertambahnya jarak. Biaya operasional (Rp/SUP) untuk variasi frekuensi cendrung mengalami penurunan secara exponensial decay akibat dari biaya tetap yang semakin menurun. Hasil analisis menunjukkan biaya operasional (Rp/SUP) untuk variasi jarak dan frekuensi berurutan hingga yang paling murah yakni KMP Balibo 540 GT; KMP Kormomolin 884 GT; dan KMP Bontoharu 1053 GT untuk jarak 87 mil kebawah. Pada saat jarak melebihi 87 mil keatas, pada variasi frekuensi tertentu terjadi perpotongan garis antara KMP Kormomolin dan KMP Bontoharu yang mengakibatkan biaya operasional (Rp/SUP) untuk KMP Kormomolin menjadi lebih murah daripada KMP Bontoharu.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi KelautanArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
