Populasi Hiu Martil Di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Meulaboh Kabupaten Aceh Barat
Population of Hammerhead Sharks at the Fish Landing Port (PPI) of Meulaboh, West Aceh District
Abstrak
Wilayah perairan Aceh Barat Provinsi Aceh merupakan wilayah dengan topografi serta memiliki panjang dan laut yang sangant luas. Wilayah perairan tersebut termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 572. Hiu martil jenis Sphyrna lewini ini tidak berbeda jauh dengan hiu martil Sphyrna mokarran dimana memiliki ciri kepala melebar ke samping dan lebarnya kurang dari sepertiga bentuk tubuhnya. Sphyrna lewini mampu memiliki ukuran tubuh mulai dari 50 sampai 420 cm umumnya hidup di daerah tropis dan mudah dijumpai di perairan kepulauan serta paparan benua yang mencapai kedalaman 275 m. Peran penting dilihat dari sisi ekologi pengembangan pelestarian serta berkelanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan seharusnya di kelola dengan bertanggungjawab demi terciptanya masyarakat yang makmur dan sejahtera, mandiri untuk lebih baik. Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pesisir yang kaya akan hasil perikanannya. Hal tersebut tidak terlepas dari letaknya yang menghadap langsung Samudera Hindia yang kaya akan ikan. Namun belum banyak diketahui secara detail keberlanjutan salah satu dari ikan hiu martil. Oleh karena itu perlu dikaji keberlanjutan hiu martil di PPI Meulaboh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu percobaan lapangan (experimental fishing) hasil tangkapan nelayan. Selanjutnya data yang didapatkan ditabulasikan dan dianalisis. Secara keseluruhan ukuran hiu martil hasil tangkapan nelayan dengan selang ukuran 62,5-93,5 cm. Jenis kelamin jumlah hiu jantan sebanyak 19 ekor dan betina berjumlah 20 ekor. ukuran panjang maksimum (L∞) yakni dengan ukuran 96 cm. Selanjutnya nilai K sebesar 0.290 pertahun. model persamaan pertumbuhan Von Bertanlffy yakni Lt = 91,6(1-e-0,29(t+0,03)). Nilai mortalitas total (Z) sebesar 0.84, mortalitas alami (M) dengan nilai 0.94 dengan kisaran suhu 290C dimana kematian alami lebih besar dibandingkan dengan kematian penangkapan. mortalitas penangkapan (F) sebesar 0.10 dengan rasio eksploitasi (E) sebesar 0.12.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi KelautanArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
