Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Sisipan Sayyidinā dalam Selawat: Analisis Ziyādat al-Ṡiqah dan Idrāj dalam Hadis

Rizkiy, M. Inul
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin (Sinta 3)Vol. 0 No. 030 Juni 2025
DOI10.15408/ushuluna.v11i1.49428

Abstrak

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya di dalam al-Qur’an untuk berselawat kepada Nabi. Perintah ini diberikan contoh dan bimbingan dari Nabi, bagaimana lafal selawat itu. Persoalan yang muncul belakangan ini ialah penambahan sayyidinā dalam selawat. Sebagian tokoh membolehkan, sementara sebagian lagi melarangnya. Artikel ini mencoba menelusuri awal munculnya sayyidinā dalam selawat. Kedua, artikel ini membahas tambahan sayyidinā, termasuk yang diperbolehkan ataukah tidak, dan bagaimana ilmplikasinya? Untuk mencapai tujuan ini, pendekatan yang digunakan ialah kaidah ziyādat al-ṡiqah dan idrāj. Penelitian ini juga merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama sisipan itu muncul sekitar abad ke-7. Kedua penambahan sayyidinā tidak diperbolehkan menurut kaidah tersebut. Penambahan yang diperbolehkan hanya dalam rangka menjelaskan matan. Adapun tambahan ini tidak demikian. Implikasi dari tambahan ini hadis menjadi ḍa’īf, antara menjadi hadis mudraj atau syāż.

Kata Kunci

IdrājSayyidināSelawatZiyādat al-Ṡiqah

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Sisipan Sayyidinā dalam Selawat: Analisis Ziyādat al-Ṡiqah dan Idrāj dalam Hadis | Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Publiora