Distingsi Kaidah Uṣūl al-Tafsīr dan Uṣūl al-Fiqh beserta Implementasinya
Abstrak
Artikel ini menguraikan perbedaan kaidah Uṣūl al-Tafsīr dan Uṣūl al-Fiqh beserta penerapannya. Permasalahan pada tulisan ini adalah adanya kerancuan antara keduanya, sehingga menimbulkan kesalahan pemahaman. Sebagai usaha menjawab permasalahan, peneliti menggunakan metode deskripsi-analitik. Penelitian menemukan bahwa keduanya berbeda dalam objek dan ruang lingkup kajiannya. Keduanya memiliki kaidah yang mayoritas berbeda, namun ada kaidah yang sama. Kesamaan ini terdapat pada enam bab, yakni amar dan nahyi, ‘am dan khas, muthlaq dan muqayyad, mantuq dan mafhum, mujmal dan mubayyan, serta muradif dan musytarak. Pada kaidah yang sama, terkadang juga berbeda dalam penerapannya. Pada saat yang sama, satu ayat Al-Qur’an dapat dianalisa berdasarkan perspektif keduanya dengan kaidah yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara keduanya, karena pada dasarnya, Uṣūl al-Fiqh merupakan salah satu komponen penting dalam kajian Uṣūl al-Tafsīr.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Ushuluna: Jurnal Ilmu UshuluddinArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
