Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

DOA PERNIKAHAN “MENGHIMPUN YANG TERSERAK” DALAM WEDDING INVITATION: ASAL-USULNYA DALAM KITAB HADIS SUNNI, SYIAH DAN KONTESTASI IDEOLOGI

Huda, Muhamad KhoirulMisbahuddin, Misbahuddinal-Farizi, Miqdad
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin (Sinta 3)Vol. 0 No. 015 Desember 2022
DOI10.15408/ushuluna.v8i2.28096

Abstrak

Abstrak:Artikel ini berusaha melacak asal-usul terjemahan doa Nabi Muhammad yang diklaim pernah dibacakan pada pernikahan Ali dan Fatimah yang menggunakan redaksi “menghimpun yang terserak”. Doa ini populer di kalangan pelaku industri kartu undangan pernikahan. Klaim doa itu terhubung dengan Nabi, Ali dan Fatimah mendorong sebagian pihak menyimpulkan dan menstigmatisasi bahwa doa tersebut berasal dari kaum Syiah. Dengan melakukan penelusuran dan komparasi literatur hadis Sunni dan Syiah, sejauh yang dapat diakses, ditemukan bahwa terjemahan doa pernikahan populer itu memiliki unsur kesamaan dengan redaksi yang dimuat dalam kedua literatur Sunni maupun Syiah. Namun, ada pula detail yang berbeda antara doa yang populer di masyarakat dengan doa yang termuat dalam kedua korpus literatur. Terutama terkait detail manfaat dan bentuk berkah keturunan. Detail tersebut merupakan tambahan di luar hadis (tafsiran). Doa tersebut sejatinya boleh saja diamalkan. Tetapi, penisbatan pada Nabi saw. akan bermasalah jika ditinjau dari sudut pandang Ilmu Hadis. Dari sudut pandang konteks sosiologis, stigmatisasi terhadap doa “menghimpun yang terserak” tumbuh bersamaan dengan kemunculan gerakan anti-Syiah di Indonesia pada satu dekade terakhir sebagai akibat Arab Spring di Timur Tengah.Abstract:This article attempts to trace the origins of the translation of the Prophet Muhammad's prayer which is claimed to have been recited at Ali and Fatimah's wedding using the phrase "Gathering the scattered". This prayer is popular among the wedding invitation card industry players. The claim that the prayer is connected to the Prophet, Ali and Fatimah has prompted some to conclude and stigmatize that the prayer originates from the Shiites. By conducting a search and comparison of Sunni and Shia hadith literature, as far as is accessible, it is found that the translation of the popular wedding prayer has elements in common with the editorials contained in both Sunni and Shia literature. However, different details between prayers are popular in the community and prayers that are contained in both corpora of literature. Especially regarding the details of the benefits and forms of hereditary blessings. These details are additions outside the hadith (interpretation). This prayer can be practiced. However, attribution to the Prophet saw. will be problematic if viewed from the point of view of Hadith Science. From the point of view of the sociological context, the stigmatization of the prayer "Gathering the scattered" has grown together with the emergence of the anti-Shi'a movement in Indonesia in the last decade as a result of the Arab Spring in the Middle East.

Kata Kunci

hadisdoapernikahanundanganSunnidan Syiah

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

DOA PERNIKAHAN “MENGHIMPUN YANG TERSERAK” DALAM WEDDING INVITATION: ASAL-USULNYA DALAM KITAB HADIS SUNNI, SYIAH DAN KONTESTASI IDEOLOGI | Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Publiora