Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

KONTROVERSI FUZZIFIKASI EPISTEMOLOGI DALAM ISLAMISASI SAINS

Nurkhalis, Nurkhalis
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin (Sinta 3)Vol. 0 No. 014 Februari 2022
DOI10.15408/ushuluna.v7i2.23823

Abstrak

Epistemologi akan mendorong kepada perkembangan pengetahuan pendekatan anything goes, aveything goes dan get-go. Fuzzifikasi epistemologi menjadikan sebuah kebenaran dalam tataran tipikal grade yang bersifat kajian phronesis, doxa, phronimos, eidos dan dikaiosune. Penelitian ini dikaji berdasarkan library research. Hasil studi ini menjelaskan bahwa fuzzifikasi epistemologi akan jatuh ke dalam kajian onto-epistemologi, semi-epistemologi, neo-epistemologi, etno-epistemologi, poor-epistemologi, dan semu-epistemologi. Sedangkan epistemologi Islam mengarah kepada epistemologi desiratum dengan perpaduan epistemologi bayani dan burhani serta sains dan manfaat praktis. Karena itu banyak para cendekiawan Muslim menggiring epistemologi Islam ke dalam kajian semi-epistemologi dengan mempertimbangkan aspek buruk kerusakan dan kepentingan modernitas. Kajian semi-epistemologi membuka epistemologi ke arah discovery dan inovatif.

Kata Kunci

FuzzifikasiEpistemologiIslamisasiSains

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

KONTROVERSI FUZZIFIKASI EPISTEMOLOGI DALAM ISLAMISASI SAINS | Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Publiora