Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

Model-Model Kerukunan Umat Beragama berbasis Local Wisdom: Potret Harmonisasi Kebhinnekaan di Nusa Tenggara Timur

Takdir, Mohammad
Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah (Sinta 3)Vol. 0 No. 09 Juli 2017
DOI10.32332/tapis.v1i01.728

Abstrak

Provinsi NTT didiami oleh sejumlah suku dengan budaya, agama, ras dan golongan yang berbeda. Perbedaan tersebut telah dapat bernilai positif bagi pengembangan masyarakat setempat namun juga mengandung nilai negatif. Kemajemukan tersebut merupakan suatu tantangan yang sangat besar bagi pemerintah dalam mempertahankan kondisi suatu daerah agar tetap aman dan tidak terjadi konflik yang sangat merugikan banyak pihak. Dari kasus-kasus konflik yang terjadi, ternyata agama dan etnis bukanlah penyebab dasar terjadinya konflik antara kelompok. Konflik terjadi disebabkan oleh kurangnya ruang interaksi sosial dan keagamaan yang berbeda etnis/agama, kehadiran warga pendatang yang tidak memahami situasi setempat, dan menurunnya nilai-nilai kebersamaan. Secara umum hubungan antar umat beragama di NTT masih dalam kondisi terkendali dan stabil. Potensi integrasi berupa kekuatan khazanah budaya lokal, kekerabatan, semangat komunalitas, dan adanya tetua adat jauh lebih dominan dari pada potensi konflik.

Kata Kunci

KerukunanUmat BeragamaLocal WisdomNTT

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

Model-Model Kerukunan Umat Beragama berbasis Local Wisdom: Potret Harmonisasi Kebhinnekaan di Nusa Tenggara Timur | Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah | Publiora