Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

“AJO SIDI PEMBUAL” ‘IDENTITAS DIRI’ ATAU ‘MESIN PEMBEDAAN’ KEMINANGAN: ANALISIS KAJIAN BUDAYA

-, Sulastri
Sosiohumaniora (Sinta 2)Vol. 0 No. 02 November 2009
DOI10.24198/sosiohumaniora.v11i3.5425

Abstrak

Matrilineal di Minangkabau memiliki keunikan sendiri. Jadi bila menganalisis watak identitas keminangan yang merupakan implikasi dari budaya mereka tergambar dalam wacana-wacana sastra. Salah satunya dapat dilihat dari aspek bahasa dalam idiom gadang ota. Kerumitan idiom gadang ota adalah sistem sosial yang tidak dapat dijelaskan dengan mudah dalam tataran bahasa, tataran budaya dan tataran prosa dalam konsep keminangan. Gadang ota menentukan kombinasi luar biasa dari berfikir dan sikap dari cerminan budaya yang dapat dilihat pada kehidupan seseorang. Tampaknya bahwa idiom itu disekat oleh kekuasaan dan kekuasaan itu dicampuri dengan kepiawaan dengan kepiawaan dalam menyusun kalimat yang kuat dengan idealisme. Dapatkah Gadang ota diketahui sebagai sesuatu yang termasuk dalam tindakan politik, mental dan cara berfikir, taktik dan strategi minang? Bolehkah pemeran Ajo Sidi gadang ota ditempatkan sebagai contoh identitas dari keseluruhan Minang? Studi kasus tentang pemeran Ajo Sidi dalam cerita pendek Robohnya Surau Kami diharapkan dapat memberikan pencerahan dan jawaban tentang mesin pembedaan tentang watak minang sendiri.

Kata Kunci

gadang ota, identitas diri, keminangan

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Sosiohumaniora

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

“AJO SIDI PEMBUAL” ‘IDENTITAS DIRI’ ATAU ‘MESIN PEMBEDAAN’ KEMINANGAN: ANALISIS KAJIAN BUDAYA | Sosiohumaniora | Publiora