Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

MEMAHAMI SUASANA DILEMATIS ANTARA HUTAN DAN UANG MELALUI SEMIOTIKA AKUNTANSI

Martadinata, Sudrajat
RISTANSI: Riset Akuntansi (Sinta 4)Vol. 0 No. 03 Januari 2023
DOI10.32815/ristansi.v3i2.1400

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana suasana dilematis antara hutan dan uang. Melakukan analisis atas lirik-lirik lagu berjudul Ketika Ku Pulang yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara pada era 90-an. Berdasarkan tahapan analisis semiotika Roland Bartes, dihasilkan temuan menarik berikut. Secara denotatif menjelaskan tentang situasi hutan yang rusak membawa akibat kepada panasnya bumi, dan punahnya ekosistem. Secara konotatif ditemukan falsafah bahwa hutan adalah sumber kehidupan. Maka dalam suasana yang dilematis, ketika kita diminta untuk memilih antara hutan dan uang. Berdasar konteks penelitian ini yang harus menjadi pilihan utama kita ialah menjaga hutan agar tetap lestari.

Kata Kunci

hutan, uang, semiotika, dan akuntansi sosial lingkunganAkuntansi

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka RISTANSI: Riset Akuntansi

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

MEMAHAMI SUASANA DILEMATIS ANTARA HUTAN DAN UANG MELALUI SEMIOTIKA AKUNTANSI | RISTANSI: Riset Akuntansi | Publiora