STUDI KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA SEKTOR INFORMAL BERDASARKAN INTENSITAS WAKTU KERJA
Abstrak
Sektor informal di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama yang berkaitan dengan tingginya tingkat kelelahan kerja akibat panjangnya jam kerja serta pola kerja yang belum terstruktur dengan baik. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas pekerja sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan kerja merupakan kondisi yang bersifat multifaktorial dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain durasi kerja, beban kerja, kondisi lingkungan kerja, serta karakteristik individu pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama kerja dengan tingkat kelelahan pada pekerja penjahit di sektor informal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2026, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama kerja dan tingkat kelelahan (p = 0,005 < 0,05), pekerja dengan durasi kerja lebih dari 8 jam per hari cenderung memiliki tingkat kelelahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang bekerja kurang dari 8 jam per hari. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama kerja dan tingkat kelelahan pada pekerja penjahit di sektor informal.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
