HUBUNGAN ANTARA POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 3 KUPANG
Abstrak
Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari normal. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra karena mengalami menstruasi setiap bulan. Pola menstruasi meliputi siklus dan lama perdarahan menstruasi. Siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama menstruasi sampai datangnya menstruasi periode berikutnya. Sedangkan siklus menstruasi pada wanita normalnya berkisar antara 21-35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki siklus menstruasi 28 hari dengan lama menstruasi 3-5 hari, ada yang 7-8 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia remaja putri di SMA Negeri 3 Kupang. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu siklus menstruasi dan lama menstruasi (variabel independen), serta kejadian anemia (variabel dependen). Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara siklus menstruasi (0,055), dan lama menstruasi (0,004) dengan kejadian anemia remaja putri. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola menstruasi yang tidak normal atau pengeluaran darah menstruasi yang berlebihan dapat menyebabkan anemia pada remaja putri.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
