DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI KABUPATEN PASANGKAYU
Abstrak
Penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Pasangkayu, di mana kepatuhan minum obat berperan penting dalam keberhasilan pengobatan dan pencegahan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien TB dengan jumlah sampel 69 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan skala MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dukungan Pengawas Minum Obat (PMO) berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,036), sedangkan variabel umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dan peran petugas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Analisis multivariat menegaskan bahwa dukungan PMO merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran PMO melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan oleh petugas kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, efektivitas terapi, dan angka kesembuhan pasien Tuberkulosis.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
