ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GONENGGATI DONGGALA KABUPATEN DONGGALA
Abstrak
Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tingkat kepatuhan pengobatan yang belum optimal, sehingga berisiko menyebabkan kegagalan terapi dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Gonenggati Donggala. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dengan populasi sebanyak 95 penderita TB paru periode Januari–September 2025 dan menggunakan teknik sampling jenuh. Variabel independen meliputi pengetahuan, jumlah obat, efek samping obat, peran Pengawas Menelan Obat (PMO), dan akses layanan kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,4% responden tidak patuh minum obat. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,043), efek samping obat (p=0,045), dan peran PMO (p=0,012) dengan kepatuhan minum obat, sedangkan jumlah obat (p=0,670) dan akses layanan kesehatan (p=0,658) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping obat merupakan faktor paling dominan (p=0,036; Exp(B)=0,859) dengan arah hubungan negatif. Disimpulkan bahwa pengelolaan efek samping obat secara optimal, disertai penguatan edukasi dan pendampingan, sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan TB paru.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
