HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DEMENSIA PADA LANSIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA TURUSGEDE REMBANG
Abstrak
Penuaan merupakan proses alami yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik dan kognitif, salah satunya adalah demensia. Aktivitas fisik diketahui memiliki peran penting dalam menjaga fungsi kognitif lansia. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berjumlah 70 responden, dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kurang (71,4%) dan sebagian besar mengalami gangguan kognitif ringan (65,7%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,924 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif antara aktivitas fisik dengan tingkat demensia. Hal ini berarti semakin baik aktivitas fisik lansia, maka semakin baik pula fungsi kognitifnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan demensia pada lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Turusgede Rembang. Oleh karena itu, peningkatan aktivitas fisik secara rutin dan sesuai kemampuan lansia perlu didorong sebagai upaya pencegahan dan pengelolaan demensia.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
