Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

HUBUNGAN HIPERTENSI, DIABETES MELITUS, DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN GLAUKOMA SUDUT TERBUKA DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA

Putra, I Gede Hardy EkaEffendi, Raden GunawanHerlinawati, HerlinawatiSetia, Bayu
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat (Sinta 4)Vol. 1 No. 1 (2026)27 April 2026
DOI10.31004/prepotif.v10i1.53997

Abstrak

Glaukoma sudut terbuka merupakan salah satu penyebab kebutaan permanen terbanyak di dunia yang ditandai oleh kerusakan progresif saraf optik akibat peningkatan tekanan intraokular dan gangguan perfusi okular. Beberapa faktor risiko sistemik, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan jenis kelamin, diduga berperan dalam kejadian glaukoma sudut terbuka, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang bervariasi. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Data diperoleh dari rekam medis pasien glaukoma di Rumah Sakit Mata Bali Mandara dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi hipertensi, diabetes melitus, dan jenis kelamin terhadap kejadian glaukoma sudut terbuka. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,0% pasien glaukoma sudut terbuka menderita hipertensi dan 55,0% tidak menderita hipertensi. Sebanyak 56,0% pasien menderita diabetes melitus dan 44,0% tidak menderita diabetes melitus, dengan distribusi jenis kelamin yang seimbang antara laki-laki dan perempuan (masing-masing 50,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara hipertensi (p = 0,027) dan diabetes melitus (p = 0,005) dengan kejadian glaukoma sudut terbuka, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,689). Pada analisis multivariat, diabetes melitus menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian glaukoma sudut terbuka (p = 0,001). Diabetes melitus berhubungan signifikan dengan kejadian glaukoma sudut terbuka, sedangkan hipertensi dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna pada analisis multivariat.

Kata Kunci

HipertensiDiabetes MelitusJenis KelaminGlaukoma Sudut Terbuka.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

HUBUNGAN HIPERTENSI, DIABETES MELITUS, DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN GLAUKOMA SUDUT TERBUKA DI RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA | PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat | Publiora