PEMAHAMAN EPIDEMIOLOGI PENYAKIT KULIT TIDAK MENULAR DENGAN FOKUS DI INDONESIA
Abstrak
Penyakit kulit tidak menular (Non-Communicable Skin Diseases/NCSD) merupakan penyebab penting disabilitas non-fatal secara global dan menunjukkan peningkatan tren kasus absolut dalam dua dekade terakhir. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, beban NCSD meningkat dipengaruhi urbanisasi, perubahan gaya hidup, paparan lingkungan tropis, serta kemajuan sistem layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis epidemiologi NCSD di Asia Tenggara dengan menekankan konteks Indonesia melalui tinjauan literatur sistematis. Penelusuran dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Scopus, ProQuest, dan Google Scholar. Dari 985 artikel awal, 623 artikel tersisa setelah duplikasi dihapus, 52 artikel disaring berdasarkan judul–abstrak, 32 artikel ditelaah full text, dan 15 artikel memenuhi kriteria dan diinklusi dalam analisis sesuai alur PRISMA. Hasil sintesis menunjukkan variasi prevalensi dan insidensi antarnegara, dipengaruhi faktor genetik, lingkungan, sosial ekonomi, serta variabilitas metode surveilans. Dermatitis atopik, psoriasis, vitiligo, dan akne merupakan kondisi yang paling sering dilaporkan. Dampak kualitas hidup dinilai signifikan, dengan skor DLQI berkisar 6–20 pada sebagian besar penelitian. Studi ini menyimpulkan bahwa NCSD merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus mendapat perhatian serius melalui penguatan surveilans, registri nasional, edukasi masyarakat, serta integrasi teledermatologi untuk meningkatkan akses pelayanan dermatologi di Indonesia.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
