HUBUNGAN DURASI BELAJAR DAN JARAK MEMBACA TERHADAP SKOR GEJALA DRY EYE
Abstrak
Dry eye disease (DED) merupakan gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang prevalensinya meningkat signifikan pada remaja, berkisar antara 5,5-23,1% secara global. Aktivitas belajar intensif yang melibatkan durasi lama dan jarak membaca yang tidak tepat menjadi faktor risiko utama DED pada populasi pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi belajar dan jarak membaca terhadap skor gejala dry eye pada siswa SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 61 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Variabel independen adalah durasi belajar (normal: <6 jam/hari; tidak normal: ≥6 jam/hari) dan jarak membaca (baik: ≥30 cm; buruk: <30 cm). Variabel dependen adalah skor gejala dry eye yang diukur menggunakan kuesioner INDO-DEQ-5 (rentang skor 0-22). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U untuk analisis bivariat dan regresi linier berganda untuk analisis multivariat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara durasi belajar (Z=-9,099; p<0,001) dan jarak membaca (Z=-9,065; p<0,001) dengan skor gejala dry eye. Analisis multivariat mengkonfirmasi bahwa durasi belajar (β=2,650; p<0,001) dan jarak membaca (β=1,518; p=0,012) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap skor gejala dry eye (F=10,414; p<0,001), dengan kontribusi gabungan sebesar 26,4% (R²=0,264). Durasi belajar dan jarak membaca memiliki hubungan signifikan dengan skor gejala dry eye pada siswa SMA, dengan durasi belajar menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Temuan ini menekankan pentingnya durasi belajar dan jarak membaca yang sesuai dalam mencegah DED pada remaja.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
