OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN INFORMASI DI PUSKESMAS BURNEH
Abstrak
Puskesmas memiliki peran strategis dalam promosi kesehatan masyarakat, namun metode penyebaran informasi yang konvensional dinilai kurang efektif di era digital. Media sosial, khususnya TikTok, berpotensi menjadi sarana edukasi kesehatan yang interaktif, luas, dan sesuai dengan tren masyarakat. Proyek inovasi ini menggunakan desain penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Konten edukasi kesehatan berupa video singkat diproduksi dan dipublikasikan secara konsisten melalui akun resmi TikTok Puskesmas Burneh selama periode 1–14 September 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap data keterlibatan (engagement) berupa jumlah views, likes, komentar, share, favorite, dan pertumbuhan followers. Terdapat peningkatan signifikan setelah optimalisasi konten: views naik 333%, likes 286%, followers 202%, komentar 188%, favorit 257%, dan share 345%. Mayoritas audiens berasal dari kelompok usia produktif (25–34 tahun: 49,17%) dengan dominasi perempuan (77%). Inovasi ini membuktikan bahwa pemanfaatan TikTok efektif dalam meningkatkan jangkauan, interaksi, dan keterlibatan masyarakat terhadap pesan kesehatan. Karakteristik platform yang kreatif, singkat, dan mudah dibagikan menjadikan TikTok sebagai media strategis untuk mendukung literasi kesehatan masyarakat. Ke depan, diperlukan konsistensi unggahan, diversifikasi konten, serta interaksi aktif dengan audiens agar keberlanjutan program dapat terjaga.
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
