HUBUNGAN GEJALA SINDROM EKSTRAPIRAMIDAL DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSUD DR. SOEROTO NGAWI
Abstrak
Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang memerlukan terapi antipsikotik jangka panjang. Penggunaan antipsikotik dapat menimbulkan efek samping sindrom ekstrapiramidal (EPS) yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pengobatan dan meningkatkan risiko kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gejala sindrom ekstrapiramidal dengan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 80 pasien skizofrenia yang memenuhi kriteria inklusi diambil menggunakan probability sampling. Gejala EPS dinilai menggunakan Simpson–Angus Scale (SAS), sedangkan kepatuhan pengobatan diukur dengan Medication Adherence Rating Scale-10 (MARS-10). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Sebanyak 16,25% pasien mengalami gejala sindrom ekstrapiramidal. Tingkat kepatuhan pengobatan berdasarkan MARS-10 menunjukkan 78,75% pasien patuh, 5,00% cukup patuh, dan 16,25% tidak patuh. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara gejala sindrom ekstrapiramidal dan kepatuhan pengobatan (r = -0,888; p < 0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara gejala sindrom ekstrapiramidal dan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia. Semakin tinggi tingkat gejala EPS, semakin rendah tingkat kepatuhan pengobatan pasien
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
