ANALISIS KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM PADA POPULASI KUNCI YANG MEMULAI MENGAKSES PRE-EXPOSURE PROPHYLAXIS (PREP) DI KOTA PALEMBANG
Abstrak
Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) merupakan intervensi pencegahan HIV yang efektif, namun tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS), sehingga penggunaan kondom tetap penting sebagai bagian dari pencegahan kombinasi. Fenomena risk compensation pasca memulai PrEP telah banyak dilaporkan, yaitu menurunnya konsistensi penggunaan kondom. Di Kota Palembang, sebagai wilayah dengan cakupan PrEP tertinggi di Sumatera Selatan, data terkait konsistensi penggunaan kondom pada populasi kunci yang baru memulai PrEP masih terbatas dan belum pernah dianalisis secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan serta faktor dominan yang memengaruhi konsistensi penggunaan kondom pada populasi kunci pengguna PrEP. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari Formulir Memulai PrEP di tujuh Puskesmas Kota Palembang selama Juli 2024–Juli 2025. Total 309 responden memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan melalui uji bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda untuk menentukan faktor dominan. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jumlah pasangan seksual, frekuensi hubungan seksual, riwayat IMS, status pasangan ODHIV, dan hasil pemeriksaan Sifilis. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p-value=0,011) dan frekuensi hubungan seksual (p-value=0,001) berhubungan signifikan dengan konsistensi penggunaan kondom. Sementara itu, jumlah pasangan seksual laki-laki, jumlah pasangan seksual perempuan, riwayat IMS, memiliki pasangan ODHIV, dan hasil pemeriksaan Sifilis tidak menunjukkan hubungan signifikan. Pada analisis multivariat, terdapat dua variabel yang berpengaruh signifikan, yaitu usia (OR=2,019; 95%CI: 1,180–3,454) dan frekuensi hubungan seksual (OR=0,365; 95%CI: 0,220–0,607). Usia menjadi faktor paling dominan, di mana responden usia 15–59 tahun memiliki risiko dua kali lebih besar untuk tidak konsisten menggunakan kondom. Usia dan frekuensi hubungan seksual merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan konsistensi penggunaan kondom pada populasi kunci yang memulai akses PrEP di Kota Palembang, dengan usia sebagai faktor dominan. Program konseling PrEP di Puskesmas perlu menekankan pentingnya pencegahan ganda (PrEP dan kondom), terutama bagi kelompok usia produktif dan individu dengan frekuensi hubungan seksual yang tinggi.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
