SURVEY KEPADATAN JENTIK AEDES SP PADA TEMPAT PENAMPUNGAN AIR (TPA) DI KELURAHAN MORU KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR
Abstrak
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes sp. sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, dengan vektor yang berkembang biak di Tempat Penampungan Air (TPA) terbuka. Di Kelurahan Moru, khususnya wilayah RT002/RW001, ditemukan banyak TPA yang tidak tertutup, didukung data Dinas Kesehatan dengan 473 kasus pada 2020 dan 4 kasus tercatat di RT002/RW001 pada awal tahun. Penelitian deskriptif ini bertujuan mengetahui kepadatan jentik Aedes sp. pada TPA di Kelurahan Moru dengan mengambil sampel 100 rumah di RT002/RW001. Variabel yang diukur meliputi House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), Angka Bebas Jentik (ABJ), dan Densiti Figure (DF). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepadatan jentik berada pada kategori sedang hingga rendah: HI 7% (kepadatan sedang), CI 2% (kepadatan sedang), dan BI 10% (kepadatan rendah). Namun, Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 93%, yang mana masih di bawah standar minimum WHO yaitu 95%. Berdasarkan DF, diperoleh HI: 2, CI: 1, dan BI: 3. Disimpulkan, kepadatan jentik di RT002 Kelurahan Moru masih berpotensi menimbulkan penularan DBD karena ABJ belum mencapai target standar aman. Disarankan kepada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara terus-menerus. Selain itu, Pemerintah Kelurahan Moru perlu bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat untuk mengintensifkan penyuluhan mengenai pengendalian jentik Aedes sp. guna menekan kejadian penyakit DBD.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
