MYELITIS TUBERKOLOSIS PADA ANAK PEREMPUAN USIA 3 TAHUN DENGAN MALNUTRISI : LAPORAN KASUS
Abstrak
Tuberkulosis (TB) anak tetap menjadi tantangan besar dalam kesehatan anak di dunia, meskipun penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 11 % dari keseluruhan kasus TB terdapat pada anak-anak dan remaja di bawah usia 15 tahun, yaitu ±1,1 juta anak tiap tahun. Anak-anak, terutama yang berusia kurang dari 5 tahun, memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk berkembang menjadi bentuk penyakit berat seperti TB milier atau TB meningitis4. Di Indonesia, TB anak merupakan bagian penting dari epidemiologi TB nasional: data nasional menunjukkan bahwa pada tahun 2022 tercatat 110.881 kasus TB anak (<15 tahun), atau sekitar 15,3 % dari seluruh kasus TB di Indonesia3. Selain itu, anak dengan status gizi buruk, keterlambatan perkembangan hingga gangguan imun lebih rentan mengalami komplikasi TB berat serta keterlambatan diagnosis4. Karena itu, pelaporan kasus TB anak dengan manifestasi yang jarang—seperti TB milier dengan myelitis TB—menjadi sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan klinis serta memperkaya literatur pediatrik, khususnya di negara endemik seperti Indonesia.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
