PENGARUH TERAPI BERKUMUR AIR REBUSAN DAUN MINT TERHADAP RASA HAUS PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSI SUNAN KUDUS
Abstrak
Salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian yang cukup tinggi dengan beban biaya yang besar adalah Chronic Kidney Disease (CKD). CKD merupakan rusaknya ginjal selama lebih dari 3 bulan dan bersifat progresif dan irreversibel. Pembatasan asupan cairan perlu dilakukan seiring dengan menurunnya kemampuan ginjal. Pembatasan asupan cairan dapat menghindari terjadinya kelebihan cairan dan edema pada tubuh penderita CKD. Intervensi keperawatan yang bisa diberikan kepada pasien yang menjalani hemodialisa untuk mengurangi rasa haus yaitu terapi berkumur dengan air rebusan daun mint. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh terapi berkumur air rebusan daun mint terhadap rasa haus pada pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Sampel diambil dari total populasi penelitian yaitu 78 responden dengan total sampling. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu 39 responden kelompok intervensi dan 39 responden kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan kepada kelompok intervensi adalah terapi berkumur air rebusan daun mint sebanyak 3 kali sehari. Kriteria inklusi diantaranya pasien yang menjalani hemodialisa di RSI Sunan Kudus, pasien yang mengalami CKD / Gagal Ginjal Kronis dan dapat berkomunikasi verbal dengan baik. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang mengundurkan diri saat penelian. Variabel independen adalah terapi berkumur air rebusan daun mint. Variabel dependen adalah rasa haus. Lokasi penelitian di RSI Sunan Kudus. Waktu penelitian yaitu 15-30 Mei 2025. Alat ukur yang digunakan berupa VAS (Visual Analogue Scale for assessment of thirst intensity). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-whitney. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan (pretest) seluruh responden (100%) dalam kriteria haus sedang dan (posttest) hampir seluruh responden (79,5%) dalam kriteria haus ringan dan sebagian kecil responden (20,5%) dalam kriteria haus sedang. Hasil pada kelompok kontrol menunjukkan pretest dan posttest tidak ada perubahan yaitu seluruh responden (100%) dalam kriteria haus sedang. Uji wilcoxon signed rank test pada kelompok intervensi menunjukkan p-value 0,000 < α 0,05 dan kelompok kontrol menunjukkan p-value 0,157 > α 0,05. Hasil uji mann-whitney menunjukkan p-value 0,000 < α0,05. Kesimpulan menunjukkan ada pengaruh pemberian terapi berkumur air rebusan daun mint terhadap rasa haus pada pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus Tahun 2025 pada kelompok intervensi dan tidak ada pengaruh pada kelompok kontrol. Ada perbedaan rasa haus pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus Tahun 2025.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
