RISIKO POSTUR DUDUK JANGGAL DAN SEDENTARI TERHADAP MEKANISME SINDROM METABOLIK : SYSTEMATIC REVIEW
Abstrak
Gaya hidup modern yang ditandai dengan duduk berkepanjangan dan postur tidak ergonomis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik. Otot rangka yang tidak aktif dan tekanan mekanis kronik akibat duduk lama berkontribusi terhadap resistensi insulin, dislipidemia, dan inflamasi sistemik. Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran pada PubMed dan ScienceDirect untuk studi tahun 2017–2025. Kriteria inklusi mencakup penelitian pada orang dewasa yang menilai hubungan antara waktu duduk atau postur duduk dengan indikator metabolik seperti glukosa, lipid, tekanan darah, dan biomarker inflamasi. Sebanyak 38 studi (RCT, crossover, dan observasional) memenuhi kriteria. Mayoritas studi menunjukkan bahwa duduk berkepanjangan meningkatkan kadar glukosa postprandial, trigliserida, dan penanda inflamasi (IL-6, CRP, TNF-α), serta menurunkan HDL. Interupsi aktivitas singkat setiap 30 menit menurunkan respon insulin hingga 26%. Intervensi tempat kerja dengan sit-stand desk menurunkan waktu duduk sekitar 59 menit per hari dan memperbaiki profil kardiometabolik. Mekanisme biokimia utama mencakup penurunan aktivitas lipoprotein lipase (LPL), hambatan translokasi GLUT-4, disfungsi endotel, serta peningkatan stres oksidatif. Duduk lama dalam postur tidak ergonomis memiliki implikasi biokimia signifikan terhadap sindrom metabolik. Penerapan intervensi ergonomi berbasis bukti menjadi langkah strategis untuk menjaga kesehatan metabolik pekerja di lingkungan digital dengan beban kerja tinggi dan pola aktivitas minim yang mempengaruhi fungsi fisiologis jangka panjang.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
