HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH RAWAN BANJIR KOTA SURAKARTA
Abstrak
Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, terutama stunting dengan prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 mencapai 19,8%, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Faktor pemenuhan gizi, ketahanan pangan rumah tangga, serta kondisi lingkungan seperti daerah rawan banjir berperan penting dalam menentukan status gizi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih sesuai kriteria balita usia 1-5 tahun Data dianalisis secara Chi-Square untuk mendeskripsikan variabel dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita berdasarkan indeks TB/U dan pengukuran ketahanan pangan menggunakan kuesioner HFIAS (Household Food Insecurity Access Scale). Karakteristik dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, status gizi balita, serta karakteristik orang tua. Balita didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 51% dan perempuan 49%. Status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan mayoritas balita berada pada kategori tidak pendek sebesar 87%, sedangkan kategori pendek 11% dan sangat pendek 2%, menandakan masih terdapat kasus gangguan pertumbuhan di daerah rawan banjir. Karakteristik orang tua menunjukkan sebagian besar ibu berada pada rentang usia 24–36 tahun (36%), tidak bekerja (85%), dan memiliki pendidikan lanjut (95%). Sementara hampir seluruh ayah bekerja (99%) serta mayoritas berpendidikan lanjut (90%). Uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,172, sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita. Distribusi silang menunjukkan kecenderungan bahwa semakin rentan kondisi ketahanan pangan, semakin tinggi proporsi balita dengan status gizi pendek. Status gizi balita di daerah rawan banjir Kota Surakarta sebagian besar normal dan tidak ditemukan hubungan signifikan dengan ketahanan pangan, meskipun faktor ekonomi keluarga tetap menjadi penentu utama kondisi pangan.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
