Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH SEMARANG UTARA

Sahanaya, Talitha NasywaRakhma, Luluk Ria
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat (Sinta 4)Vol. 1 No. 1 (2026)30 Desember 2025
DOI10.31004/prepotif.v9i3.51833

Abstrak

Stunting merupakan masalah tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Salah satu faktor yang turut berperan adalah perilaku merokok orang tua, baik melalui paparan asap rokok maupun dampak social ekonominya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, prevalensi stunting tertinggi pada Juli 2024 tercatat di wilayah Semarang Utara sebesar 46,55% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok orang tua dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-23 bulan di Wilayah Semarang Utara. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 525 baduta, dengan sampel sebanyak 183 baduta yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling, sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu baduta dengan usia 6–23 bulan, baduta dengan data posyandu yang lengkap, baduta yang berada di Wilayah Semarang Utara, dan orang tua baduta yang bersedia menjadi responden dengan mengisi pernyataan persetujuan penelitian (informed consent). Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki status gizi stunting (56,8%) dan berasal dari keluarga dengan orang tua perokok (63,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku merokok orang tua dengan kejadian stunting (p = 0,754; OR = 1,16; 95% CI: 0,63–2,12). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku merokok orang tua tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada baduta usia 6 – 23 bulan di Wilayah Semarang Utara, meskipun peluang kejadian sedikit lebih tinggi pada kelompok terpapar. Faktor lain seperti sanitasi, pendidikan orang tua, dan pendapatan keluarga kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar.

Kata Kunci

baduta, orang tua merokok, perilaku merokok, status gizi, stunting

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH SEMARANG UTARA | PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat | Publiora