ANALISIS KORELASI AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
Abstrak
Mahasiswa keperawatan sering menghadapi tekanan akademik dan tuntutan praktik klinis yang tinggi, yang dapat menimbulkan stres. Aktivitas fisik yang rutin dilakukan dapat membantu menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres pada mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Advent Indonesia. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan GPAQ untuk aktivitas fisik dan PSS-10 untuk tingkat stres. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi (63,0%) dan mengalami stres pada kategori sedang (64,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stres (r = 0,057; p = 0,421). Hasil uji Chi-Square juga mengonfirmasi tidak adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut (χ² = 2,096; p = 0,148). Temuan ini menegaskan bahwa meskipun aktivitas fisik penting untuk menjaga kebugaran, faktor psikologis dan sosial lain lebih berperan dalam menentukan tingkat stres mahasiswa. Oleh karena itu, intervensi pengelolaan stres yang komprehensif, termasuk dukungan psikologis, strategi coping, dan promosi aktivitas fisik, perlu diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa keperawatan.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
