Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

DIGITAL ERA DERMATOLOGY AND THE ROLE OF BLUE LIGHT IN MELASMA DEVELOPMENT

Edwin, EdwardHanafi, Carine NadiaRobert, Alexander
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat (Sinta 4)Vol. 1 No. 1 (2026)26 Desember 2025
DOI10.31004/prepotif.v9i3.51385

Abstrak

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kesehatan kulit, terutama akibat paparan jangka panjang terhadap cahaya buatan yang dipancarkan oleh smartphone, komputer, tablet, dan layar LED. Di antara sumber cahaya buatan tersebut, cahaya biru dengan rentang panjang gelombang 400–500 nm telah menarik perhatian khusus karena potensinya dalam memicu hiperpigmentasi dan memperparah melasma, suatu gangguan pigmen kronis yang sangat sensitif terhadap stimulasi cahaya. Ringkasan berbasis literatur ini mengkaji temuan ilmiah terkini mengenai efek biologis cahaya biru pada kulit, dengan penekanan pada kontribusinya terhadap perkembangan melasma dalam lingkungan digital modern. Bukti yang dibahas dalam tinjauan ini dikumpulkan dari studi yang telah direview oleh rekan sejawat yang diterbitkan antara tahun 2010 dan 2025, yang diperoleh dari basis data termasuk PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sumbersumber ini secara kolektif menunjukkan bahwa cahaya biru mampu merangsang melanogenesis melalui aktivasi opsin3, reseptor cahaya yang sensitif, serta melalui pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS). Kedua jalur ini menyebabkan peningkatan produksi melanin dan pigmentasi yang berkepanjangan, terutama pada individu dengan tipe kulit gelap yang secara alami memiliki kepadatan melanin yang lebih tinggi dan retensi pigmen yang lebih besar. Selain perannya dalam pigmentasi, cahaya biru juga dikaitkan dengan stres oksidatif, disfungsi mitokondria, dan respons inflamasi, yang semuanya dapat memperburuk keparahan melasma. Sebagai akibatnya, para dermatolog semakin didorong untuk mengenali paparan cahaya digital sebagai faktor lingkungan yang relevan yang dapat memperburuk kondisi pigmen. Sebagai tanggapan atas temuan ini, strategi fotoproteksi terus berkembang, dengan penekanan yang semakin besar pada formulasi yang tidak hanya melindungi dari radiasi ultraviolet tetapi juga dari cahaya tampak.

Kata Kunci

Blue lightDigital eraDermatologyHyperpigmentation

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

DIGITAL ERA DERMATOLOGY AND THE ROLE OF BLUE LIGHT IN MELASMA DEVELOPMENT | PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat | Publiora