Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

HUBUNGAN TEKANAN SOSIAL BUDAYA, LITERASI REPRODUKSI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPUTUSAN CHILD-FREE PADA PEREMPUAN USIA PRODUKTIF DI WILAYAH PERKOTAAN TAHUN 2025

Nasution, Febry HandayaniSusaldi, SusaldiTrisna, Nurwita
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat (Sinta 4)Vol. 1 No. 1 (2026)24 Desember 2025
DOI10.31004/prepotif.v9i3.51131

Abstrak

Fenomena child-free semakin ramai diperbincangkan di Indonesia, terutama di kalangan perempuan usia produktif. Keputusan untuk tidak memiliki anak bukanlah pilihan yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil pertimbangan panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berinteraksi. Faktor internal dapat berupa literasi reproduksi, kesiapan mental, serta persepsi pribadi mengenai kualitas hidup. Sementara itu, faktor eksternal mencakup tekanan sosial budaya, ekspektasi keluarga besar, hingga dukungan lingkungan sosial yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi pengambilan Keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tekanan sosial budaya, literasi reproduksi, dan dukungan sosial dengan keputusan child-free pada perempuan usia produktif di Jakarta Selatan. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional dan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Instrumen penelitian meliputi kuesioner SATAQ-4R untuk mengukur tekanan sosial budaya, HELMA untuk menilai literasi reproduksi, MSPSS untuk mengukur dukungan sosial, serta indikator berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menilai keputusan child-free. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square guna mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tekanan sosial budaya (p = 0,000) dengan keputusan child-free, yang berarti semakin kuat tekanan budaya, semakin tinggi kecenderungan individu untuk mengambil keputusan tersebut. Sebaliknya, literasi reproduksi (p = 0,075) dan dukungan sosial (p = 0,148) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Keputusan child-free lebih banyak dipengaruhi oleh aspek pengetahuan reproduksi maupun dukungan sosial, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami dinamika sosial di balik fenomena ini.

Kata Kunci

Child-FreeDukungan SosialLiterasi ReproduksiPerempuan Usia ProduktifTekanan Sosial Budaya

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

HUBUNGAN TEKANAN SOSIAL BUDAYA, LITERASI REPRODUKSI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPUTUSAN CHILD-FREE PADA PEREMPUAN USIA PRODUKTIF DI WILAYAH PERKOTAAN TAHUN 2025 | PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat | Publiora