HUBUNGAN JUMLAH LIMFOSIT DENGAN IGM IGG PASIEN DBD ANAK DI RS KENDAL
Abstrak
DBD masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di Indonesia. Berdasarkan data dari Kemenkes RI tercatat pada bulan Oktober tahun 2024 kasus DBD di Indonesia mencapai 203.921 kasus dengan 1.210 kematian. Data dari Kementrian Kesehatan menunjukkan bahwa Kabupaten Kendal menjadi salah satu dari 5 kabupaten dengan kejadian kematian akibat DBD tertinggi pada tahun 2024. Penyakit DBD lebih sering ditemukan pada anak-anak dengan rentang usia di bawah 15 tahun dikarenakan faktor imun. Limfosit merupakan sel dari sistem kekebalan tubuh manusia. Pemeriksaan serologi IgM/IgG diperlukan untuk menarik kesimpulan terhadap diagnosis DBD. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah limfosit dengan IgM/IgG Dengue pada pasien DBD anak. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian yaitu 40 sampel pasien DBD anak dengan rentang usia 1-14 tahun di RS Baitul Hikmah Kendal. Pengambilan data dilakukan dengan sistem random sampling dari data sekunder pasien DBD anak tahun 2022-2024. Variabel yang diteliti ialah jumlah limfosit dan pemeriksaan IgM/IgG. Pengolahan data menggunakan software SPSS yang ditampilkan dalam bentuk tabel. Karakteristik penelitian ialah jenis kelamin, usia, dan domisili. Hasil menunjukkan sebanyak (45%) pasien mengalami kejadian limfosit menurun dengan infeksi sekunder (70%). Jenis kelamin sebagian besar adalah pria (67.5%), usia 5-9 tahun (50%), dan domisili terbesar di Kecamatan Weleri (17.5%). Dari hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah limfosit dengan IgM (p= 0.323 r=0.160) dan IgG (p= 0.405 r= -0.135) Dengue dikarenakan limfosit absolut tidak selalu menggambarkan perubahan yang spesifik terhadap produksi antibodi.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
