FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA ISPA PADA BALITA DI DESA BANDAR BARU KEC. SIBOLANGIT
Abstrak
Salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi balita di Indonesia masih infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini berkontribusi signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian balita, terutama di wilayah pedesaan dengan kondisi lingkungan dan perilaku kesehatan masyarakat yang belum optimal. Desa Bandar Baru termasuk daerah dengan kasus ISPA yang cukup tinggi, namun kajian ilmiah terkait faktor-faktor yang memengaruhinya masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana gejala ISPA pada balita di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit berkorelasi dengan pengetahuan ibu, kondisi fisik rumah, dan perilaku penghuni. Penelitian dilakukan menggunakan desain potong lintang kuantitatif. Sebanyak 74 responden diambil melalui teknik simple random sampling dari total populasi 281 balita. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta observasi langsung kondisi rumah. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,7% balita mengalami gejala ISPA. Uji statistik memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,031), kondisi fisik rumah (p=0,002), dan perilaku penghuni (p=0,036) dengan kejadian ISPA. Risiko terkena ISPA pada balita meningkat karena perilaku kurang sehat dan kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. ISPA pada balita merupakan masalah multifaktor yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu, kualitas rumah, dan perilaku penghuni
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
