HUBUNGAN FLEKSIBILITAS PSIKOLOGIS DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
Abstrak
Resiliensi merupakan suatu kemampuan untuk bangkit kembali dari suatu kejadian yang stressful dan dapat meningkatkan ketahanan terhadap stress.Pada mahasiswa kedokteran, resiliensi menjadi salah satu hal yang sangat penting karena sering menghadapi tuntutan akademis yang tinggi, beban emosional, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Menurut Gloster , Mayer, & lieb. Peran fleksibilitas psikologis adalah sebagai penopang stress dan respon psikologis negative yang mungkin muncul. Lalu oleh karena itu menjadi orang yang fleksibel secara psikologis dapat membantu diri tetap terkoneksi dengan realita, meskipun pemikiran, perasaan, dan sensasi negative tetap muncul. Shingga menjadi seseorang yang fleksibel mampu meminimalisir respon negative yang muncul dalam diri.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan Fleksibilitas Psikologis dengan Resiliensi pada Mahasiswa Kedokteran Semester empat Universitas Swadaya Gunung Jati. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Metode analisis menggunakan uji korelasi spearmen. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini diantaranya Multidimentional Psychological Flexibility Inventory (MPFI) dan. Resiliensi diukur menggunakan Kuisoner (CD- RISC).Yang dikembangkan oleh Connor dan Davidson. Dengan jumlah Responden 191 orang yang merupakan mahasiswa kedokteran di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Hasil penelitian nilai p ini menunjukkan signifikansi statistik yang sangat kuat (p < 0.005). Ini berarti bahwa hubungan yang diamati antara fleksibilitas psikologis dan resiliensi bukan terjadi secara kebetulan.Nilai r = 0.530 kekuatan sedang. Antara kedua variabel artinya, semakin tinggi fleksibilitas psikologis seseorang, cenderung semakin tinggi pula resiliensinya. Simpulan terdapat hubungan positif yang kuat (r=0.530, p<0.001) antara fleksibilitas psikologis dan resiliensi pada populasi mahasiswa ini. Ini berarti bahwa semakin tinggi kemampuan mahasiswa untuk bersikap fleksibel secara psikologis, semakin besar pula kapasitas mereka untuk menjadi tangguh atau resilien. Temuan ini menegaskan bahwa fleksibilitas psikologis adalah faktor kunci yang berkontribusi pada kemampuan mahasiswa kedokteran dalam mengatasi tantangan dan menjaga kesejahteraan mental mereka.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
