FAKTOR PERSONAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN NYERI LEHER PADA PEKERJA TENUN LURIK : AN OCCUPATIONAL HEALTH SURVEILLANCE
Abstrak
Pekerja tenun di industri tekstil rentan mengalami keluhan nyeri leher akibat aktivitas kerja statis, repetitif, dan postur tubuh yang tidak ergonomis. Nyeri leher merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Nyeri leher disebabkan karena posisi leher yang menunduk dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor personal (usia, masa kerja, dan Indeks Massa Tubuh (IMT)) dengan tingkat keluhan nyeri leher pada pekerja tenun lurik. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 60 responden di industri tenun lurik X Klaten, yang terbagi dalam dua kelompok. Data karakteristik responden dikumpulkan melalui kuesioner, dan keluhan nyeri leher diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan Spearman Rank. Terdapat hubungan signifikan antara usia dan masa kerja dengan keluhan nyeri leher pada kedua kelompok (p < 0,05). Pada kelompok A tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan keluhan nyeri leher, namun pada kelompok B terdapat hubungan yang signifikan (p value = 0,011) antara IMT dan keluhan nyeri leher. Semakin tua usia, semakin lama masa kerja, dan semakin tinggi IMT, maka semakin tinggi risiko keluhan nyeri leher. Oleh karena itu, pengendalian faktor risiko ergonomi dan promosi kesehatan kerja perlu dilakukan sebagai langkah preventif terhadap keluhan muskuloskeletal di tempat kerja.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
