HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI MENARI DENGAN DERAJAT KURVATURA LUMBAL PADA PENARI BALI
Abstrak
Tari tradisional Bali merupakan warisan budaya yang masih lestari dan menjadi daya tarik utama wisatawan. Penari Bali umumnya mulai belajar sejak usia dini dan menjalani latihan rutin dalam jangka panjang. Latihan menari yang intens dan berulang dapat memengaruhi kelengkungan kurvatura lumbal, yang berisiko menyebabkan gangguan seperti hiperlordosis serta berdampak pada kesehatan dan kenyamanan gerak penari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan durasi menari dengan kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 64 penari Bali. Frekuensi dan durasi menari diukur melalui wawancara langsung dengan subjek, sedangkan derajat kurvatura lumbal diukur menggunakan flexicurve. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif antara frekuensi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal (p=0,001; r=0,398), serta antara durasi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal (p=0,009; r=0,325), meskipun keduanya memiliki kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali, yaitu semakin tinggi frekuensi dan durasi menari maka semakin tinggi pula derajat kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
