GAMBARAN LABORATORIUM PADA PASIEN DENGUE SHOCK SYNDROME DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH
Abstrak
Dengue Shock Syndrome (DSS) merupakan komplikasi berat dari Demam Berdarah (DB) dengan tingkat mortalitas hingga sepuluh kali lebih tinggi. Parameter klinis dan laboratorium sederhana dapat menjadi indikator awal untuk memprediksi perkembangan DB menjadi DSS, membantu fasilitas kesehatan primer dengan sumber daya terbatas dalam mengidentifikasi kasus yang berpotensi berkembang menjadi DSS. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran laboratorium pasien DSS di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Studi observasional deskriptif cross-sectional dilakukan menggunakan 57 rekam medis pasien DSS periode Januari-Desember 2023, dianalisis melalui tabel distribusi frekuensi. Mayoritas pasien DSS adalah laki-laki (50,9%) dan dewasa (36,8%). Hasil hematologi menunjukkan 54,4% hemoglobin rendah, 80,7% hematokrit tinggi, 82,5% leukosit normal, dan 96,5% trombositopenia. Pemeriksaan serologi menunjukkan 63,2% positif IgM, 54,4% positif IgG, dan 59,6% negatif NS-1. Infeksi primer ditemukan pada 45,6% kasus (IgM+/IgG-), sedangkan infeksi sekunder pada 17,5% (IgM+/IgG+). Tanda vital menunjukkan 54,4% normotensi, 84,2% normokardia, 84,2% takipnea, 49,1% hipertermia, 100% saturasi oksigen normal, dan 36,8% tanpa tanda perdarahan. Terdapat perbedaan signifikan pada parameter laboratorium DSS berdasarkan jenis kelamin, usia, hematologi (Hb, leukosit, trombosit, Hct), serologi (IgM, IgG, NS-1), tanda vital, dan gejala klinis perdarahan, menunjukkan variasi manifestasi DSS yang dipengaruhi faktor demografis dan klinis.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
