BIOKONVERSI KOTORAN SAPI, AMPAS TAHU DAN SAMPAH SAYURAN MENGGUNAKAN MAGGOT
Abstrak
Indonesia merupakan negara nomor dua setelah China yang menjadi penghasil sampah terbanyak dunia. Ini berarti, setiap penduduk Indonesia membuang sampah padat rata-rata 0,85 kg per hari. Data yang sama juga menyebutkan bahwa dari total sampah yang dihasilkan secara nasional, hanya 80% yang berhasil dikumpulkan dan sisanya terbuang mencemari lingkungan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan biokonversi kotoran sapi, ampas tahu dan sampah sayuran menggunakan maggot sebagai media pengurai. Penelitian ini merupakan penelitian berupa Eksperimen Murni (True Experimental) dengan pendekatan Hanya Postes Kelompok Kontrol (Post Test Only Control Group). Desain ini dilakukan menggunakan pemilihan subjek secara acak dengan melibatkan dua kelompok, yakni kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tanpa adanya pretes. Berdasarkan hasil uji Kruskal Walliss menggunakan SPSS 25 didapatkan nilai (p) 0,00 dengan signifikansi 0,00 yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikansi reduksi sampah menggunakan maggot dengan jenis pakan yang berbeda. Reduksi sampah paling tinggi yaitu pada maggot dengan jenis pakan kotoran sapi dengan persentase perhitungan Waste Reduction Index (WRI) sebesar 6,58%. Maka dapat diasumsikan bahwa dari rata-rata total WRI sebesar 6,52% dalam 100 gram pakan maggot. Sedangkan untuk 1 kg pakan maggot untuk pengurangan reduksi bisa mencapai 65,2% nilai total WRI yang dapat direduksi oleh maggot. Saran dari penelitian ini adalah agar penelitian selanjutnya melakukan pengukuran suhu, kelembaban dan intensitas cahaya serat untuk pengukuran pengurangan limbah yang dilakukan setiap 7 hari sekali.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
