DETERMINAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA 18-64 TAHUN DI WILAYAH PUSKESMAS SITUMEANG HABINSARAN KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2025
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian DM Tipe 2 pada usia 18–64 tahun di wilayah Puskesmas Situmeang Habinsaran, Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2025. Desain penelitian case control melibatkan 140 responden (70 kasus dan 70 kontrol). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran antropometri, dan kuesioner baku (FFQ, IPAQ, PSS-10). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (Chi-square dan uji Fisher), dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda metode Backward Stepwise. Hasil bivariat menunjukkan seluruh enam variabel (pola makan, aktivitas fisik, obesitas, tingkat stres, riwayat keluarga DM, dan kebiasaan merokok) berhubungan bermakna dengan kejadian DM Tipe 2 (p < 0,05). Analisis multivariat mengidentifikasi lima determinan independen: (1) pola makan tidak sehat (Wald = 14,265; OR = 20,250), (2) aktivitas fisik rendah (Wald = 13,866; OR = 19,594), (3) obesitas/IMT ≥25 kg/m² (Wald = 11,676; OR = 10,737), (4) tingkat stres tinggi (Wald = 10,348; OR = 14,000), dan (5) merokok aktif (Wald = 4,487; OR = 3,035). Model mampu menjelaskan 89,1% variasi kejadian DM Tipe 2 (Nagelkerke R² = 0,891) dengan akurasi klasifikasi 95,0%. Pola makan tidak sehat merupakan determinan paling dominan kejadian DM Tipe 2 di wilayah Puskesmas Situmeang Habinsaran, diikuti aktivitas fisik rendah, obesitas, tingkat stres tinggi, dan merokok aktif. Riwayat keluarga DM tidak bermakna secara multivariat (p = 0,074).
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
