KELUHAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL MAHASISWA FKG USAKTI PADA MASA PEMBELAJARAN HYBRID
Abstrak
Semenjak WHO mengumumkan status pandemi COVID-19, pemerintah melalui Kemendikbud-Ristek menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam proses kegiatan belajar mengajar. Salah satu implementasinya di Pendidikan Dokter Gigi (PS PDG) FKG Usakti adalah pembelajaran hybrid atau penggabungan pembelajaran luring dan daring. Hybrid learning memungkinkan mahasiswa untuk bergerak dan tidak dalam posisi duduk yang monoton pada waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa kedokteran gigi selama masa hybrid learning. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional pada 321 responden menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang disebarkan melalui WhatsApp September hingga November 2022. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memberikan gambaran distribusi frekuensi. Mayoritas responden memiliki skor NMQ (Nordic Musculoskeletal Questionnaire) rendah yaitu 313 responden (97,5%) dari 321 responden. Responden penelitian mengeluhkan merasa paling sakit pada bagian anggota tubuh bahu kiri dan kanan (1,2%), pinggang (1,9%), dan bokong atas (1,2%). Mahasiswa yang melakukan pembelajaran hybrid mayoritas memiliki skor NMQ rendah dengan keluhan muskuloskeletal paling sakit dirasakan pada bahu kiri dan kanan, pinggang, dan bokong atas.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
