EKSTRAK BUNGA BAKUNG (SPIDER LILY), HYMENOCALLIS LITTORALIS (JACQ.) GUNA MENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF
Abstrak
Stress oksidatif terjadi ketika produksi dan penemumpukan reactive oxygen species (ROS) pada sel dan jaringan yang tidak dapat diimbangi oleh tubuh untuk mendetoksifikasi keberadaan ROS yang berlebihan. Antioksidan yang mampu mengimbangi aktivitas radikal bebas, sangat diperlukan oleh tubuh manusia untuk mempertahankan fungsi fisiologis yang baik. Fitokimia yang merupakan salah satu senyawa non-nutrien yang dihasilkan oleh tanaman, memiliki peran penting sebagai antioksidan. Hymenocallis littoralis atau yang dikenal sebagai bunga bakung, merupakan salah satu tanaman yang memproduksi antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kandungan fitokimia, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, kadar total alkaloid dan fenolik, toksisitas, serta profil sidik jari menggunakan HPTLC dari ekstrak bunga bakung (Hymenocallis littoralis). Penelitian ini merupakan penelitian eskperimental dengan teknik in vitro dan bioassay. Kandungan fitokimia yang terkandung pada ekstrak bunga bakung berupa alkaloid, betasianin, kardioglikosida, koumarin, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, steroid, terpenoid dan tanin. Kapasitas antioksidan pada ekstrak bunga bakung dengan nilai IC50 sebesar 1006,22 ?g/mL. Kadar fenolik total pada ekstrak bunga bakung sebesar 5195,89 ?g/mL. Kadar alkaloid total pada ekstrak bunga bakung sebesar 25,41 ?g/mL. Sifat toksisitas yang dimiliki ekstrak bunga bakung dengan nilai LC50 sebesar 114,70 ppm. Kandungan profil sidik jari menunjukkan didapatkan dua jenis terpenoid yang terdapat dalam ekstrak bunga bakung, tetapi bukan merupakan jenis solanesol
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
