MEMAHAMI PENERIMAAN DALAM KEDUKAAN: KEDUKAAN DAN KETERJERATAN KOGNITIF
Abstrak
Kedukaan dapat muncul setelah kehilangan orang yang dicintai. Terlepas dari rasa sakit akibat kehilangan, pandemi COVID-19 telah membatasi orang-orang dari melakukan ritual berduka yang biasanya dilakukan. Ditambah lagi, pengaruh COVID-19 yang berdampak ke kehidupan individu yang lebih luas sehingga, menghasilkan berbagai tekanan dalam kehidupan individu. Hal ini dapat menjadikan respons kedukaan yang dialami oleh seseorang menjadi lebih kompleks dan menghasilkan complicated grief. Salah satu faktor yang diduga memiliki kaitan dengan complicated grief yaitu adanya jerat kognitif. Namun, belum terdapat penelitian yang melihat bagaimana hubungan antara jerat kognitif dan kedukaan. Variabel yang diduga memiliki kaitan erat dengan keduanya adalah tingkat penerimaan akan pikiran dan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara jerat kognitif dengan gejala complicated grief yang dimediasi oleh tingkat penerimaan pada dewasa muda yang mengalami kehilangan akibat kematian. Studi kuantitatif kepada partisipan dewasa muda dilakukan dan dianalisis menggunakan analisis mediasi. Gejala complicated grief diukur dengan Complicated Grief Inventory (CGI), jeratan kognitif diukur dengan Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ) dan penerimaan diukur melalui Acceptance and Action Questionnaire–II (AAQ-II). Dari 107 partisipan, penerimaan memediasi secara penuh hubungan antara jerat kognitif dengan gejala complicated grief (ab = .53, p < 0.001; 95% CI [.15, .89]. Temuan ini menunjukkan bahwa cognitive fusion dapat memprediksi gejala complicated grief dengan penurunan tingkat penerimaan terhadap pengalaman internal.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
