FENOMENA PACARAN REMAJA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI JABODETABEK
Abstrak
Pacaran pada remaja telah menjadi sebuah perilaku yang umumnya terjadi. Perilaku pacaran tersebut dapat meningkat menjadi kontak seksual, yakni sentuhan, tanpa berciuman dan berciuman, meraba bagian sensitif dan berhubungan seksual. Dalam masa pandemi, sebuah penelitian melaporkan juga bahwa terjadi peningkatan perilaku masturbasi dan melihat pornografi, sexting dan olah pesan di situs web atau telepon, dan obrolan melalui telepon atau video dengan pasangannya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melihat bagaimana fenomena pacaran yang dilakukan oleh remaja selama masa pandemi ini ditinjau dengan Social Cognitive Theory. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, informan diambil dengan teknik snowball sampling, pengambilan data dengan wawancara mendalam menggunakan WhatsApp Call, triangulasi sumber dilakukan dengan psikolog remaja dan teman sebaya, dan etika penelitian menggunakan deklarasi Helsinki, analisa data menggunakan tematik yang disesuaikan dengan kerangka konsep Social Cognitive Theory. Hasil: remaja tahu hal yang diperbolehkan dan tidak saat berpacaran, remaja cenderung setuju bila masa remaja berpacaran, komunikasi dengan orang tua tidak begitu terbuka apalagi soal pacaran berbeda dengan komunikasi dengan teman sebaya, keterpaparan informasi seksual masih minim tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Simpulan: semua informan memiliki pacar dan setuju bila remaja memiliki pacar, saat pandemi lebih sering menggunakan media sosial untuk komunikasi dengan pacar, melalui daring juga dapat mengirimkan emoticon cium atau bahkan cium jarak jauh, teman sebaya mereka juga mendukung bila temannya berpacaran.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka PREPOTIF : Jurnal Kesehatan MasyarakatArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
