Publiora

Menghubungkan ke Publiora...

Publiora

ANALISIS PENGARUH INDEKS HARGA KONSUMEN, JUMLAH UANG BEREDAR (M1), KURS RUPIAH, DAN INDEKS S&P 500 TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN: STUDI EMPIRIS PADA BURSA EFEK INDONESIA

Heriyanto, HeriyantoChen, Ming
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen (Sinta 3)Vol. 0 No. 01 September 2014
DOI10.21831/nominal.v3i2.2694

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan keseimbangan jangka panjang antara variabel makroekonomi (yang diproksi dengan variabel indeks harga konsumen, jumlah uang beredar, kurs rupiah terhadap dollar, dan Indeks S&P 500) dengan indeks harga saham gabungan (IHSG). Data bulanan variabel makroekonomi dan IHSG selama periode Januari 2005 – Desember 2013 digunakan untuk pengujian hubungan keseimbangan jangka panjang. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi yang terdiri dari variabel indeks harga konsumen, jumlah uang beredar, kurs rupiah terhadap dollar, Indeks S&P 500, dan IHSG. Setelah data dikumpulkan, data selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis pengujian residual (dari model regresi berganda) dengan pendekatan Granger Residual Test digunakan untuk memastikan tidak terjadi spurious regression (regresi palsu). Selanjutnya, analisis data dengan pengujian Johannsen Cointegration Test digunakan untuk menguji keberadaan hubungan keseimbangan jangka panjang antara variabel makroekonomi dan IHSG. Tahap akhir analisis data dilakukan dengan pengujian vector error correction model (VECM) dan Granger Causality Test yang bertujuan untuk menguji kemungkinan adanya hubungan biderectional (dua arah) antara variabel makroekonomi dan IHSG. Hasil pengujian menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel kurs rupiah terhadap dollar dan Indeks S&P 500 berpengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan, sedangkan variabel indeks harga konsumen dan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikan. Hasil pengujian dengan menggunakan Granger Residual Test menunjukkan bahwa tidak terdapat spurious regression. Sementara itu, hasil pengujian dengan menggunakan Johannsen Cointegration Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan keseimbangan jangka panjang antara variabel makroekonomi dan IHSG. Terkait dengan kemungkinan adanya hubungan biderectional antara variabel makroekonomi dan IHSG, hasil pengujian dengan menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) dan Granger Causality Test menunjukkan bahwa hubungan antara variabel makroekonomi dan IHSG adalah hubungan satu arah. Kata Kunci: spurious regression, granger residual test, granger causality test, vector error correction model.

Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda

MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.

Coba MatchMind

Lihat profil lengkap jurnal ini

Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.

Buka Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen

Artikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.

ANALISIS PENGARUH INDEKS HARGA KONSUMEN, JUMLAH UANG BEREDAR (M1), KURS RUPIAH, DAN INDEKS S&P 500 TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN: STUDI EMPIRIS PADA BURSA EFEK INDONESIA | Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen | Publiora