Transformasi Ruang Profan Menjadi Sakral: Studi Tradisi Buka Luwur
Transforming Profane Space into Sacred: The Case of the Buka Luwur Tradition
Abstrak
Tradisi Buka Luwur merupakan salah satu tradisi di Desa Kaliputu yang dilaksanakan pada 15 Muharram. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yaitu Mbah Depok Soponyono. Prosesi ini melibatkan masyarakat lokal dengan membawa beberapa perlengkapan ritual seperti kain luwur, sesajen, jenang, dan tumpeng yang dipercayai sebagai simbol kebudayaan. Prosesi ini berlangsung dengan berjalan kaki dari jalan utama Desa Kaliputu menuju makam Mbah Depok Soponyono. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ritual Tradisi Buka Luwur dapat mentransformasi ruang publik menjadi ruang sakral, melalui simbol-simbol kebudayaan yang bermakna dalam pembentukan ruang budaya secara temporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan pengalaman subjektif masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara simbol-simbol kebudayaan dengan tindakan kolektif masyarakat dapat mengubah ruang secara simbolik menjadi sakral. Elemen ritual seperti kain luwur, sesajen, jenang, tumpeng, dan jalur kirab berfungsi sebagai penanda yang memiliki makna mendalam secara spiritual, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal sebagai petanda dalam membangun ruang budaya secara temporer.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Nature: National Academic Journal of ArchitectureArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
