TRAGEDI 1965 SEBAGAI LANDASAN FABULA DAN SYUZHET DALAM CERPEN “SURAT NURLAN DAULAY KEPADA JUNJUNGAN JIWANYA” KARYA MARTIN ALEIDA: KAJIAN FORMALISME RUSIA
THE 1965 TRAGEDY AS THE BASIS OF FABULA IN THE “SURAT NURLAN DAULAY KEPADA JUNJUNGAN JIWANYA” SHORT STORY BY MARTIN ALEIDA: A RUSSIAN FORMALISM STUDY
Abstrak
Meski karya sastra dilihat sebagai produk fiksi, wacana tentang realitas kehidupan bukan sama sekali tidak pernah hadir. Berbekal usaha pengkreatifan bahasa, pengarang sering kali menggunakan fakta sejarah sebagai landasan penceritaan dalam karyanya, yang kemudian disebut sebagai fabula. Martin Aleida dalam cerpennya berjudul “Surat Nurlan Daulay Kepada Junjungan Jiwanya” turut menggunakan fakta sejarah sebagai landasan fabula dalam penceritaan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan pembacaan dekat dan simak catat dikombinasikan kajian formalisme Rusia, penelitian ini bertujuan mengungkap beragam fakta sejarah Tragedi 1965 yang digunakan Martin Aleida dalam cerpen “Surat Nurlan Daulay Kepada Junjungan Jiwanya”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima fakta sejarah berkaitan dengan trilogi Tragedi 1965 menurut Adam (2004) dalam cerpen, antara lain peristiwa Gerakan 30 September, penumpasan PKI, propaganda hitam Gerwani dan kekerasan terhadap tahanan politik perempuan, Operasi Kalong, dan pengasingan tahanan politik masa Orde Baru di Pulau Buru. Kelima fakta sejarah tersebut didefamiliarisasi untuk selanjutnya diolah menjadi syuzhet dalam unsur naratif cerita.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka MetahumanioraArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
