Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran Algoritma Hamming Code dalam Mencari Bit Error pada Komunikasi Data
Abstrak
Dalam ilmu komputer terdapat bermacam-macam algoritma dalam mendeteksi serta mengoreksi error ketika transmisi data digital berlangsung. Salah satu algoritma untuk mendeteksi error adalah dengan menggunanakan Hamming Code dengan single error corrention. Metode ini sangat cocok digunakan pada situasi dimana terdapat beberapa error yang teracak (randomly occurring errors). Metode Hamming Code menyisipkan (n + 1) check bit ke dalam 2n data bit. Metode ini menggunakan operasi XOR (Exclusive - OR) dalam proses pendeteksian error, dengan nilai Input dan output data berupa bilangan biner. Peneliti bermaksud untuk merancang perangkat lunak pembelajaran yang mampu menjelaskan teknik pendeteksian error dari algoritma Hamming Code. Panjang data input dan output pada algortima Hamming Code minimal harus sama dengan 4 bit. Atau dengan perkataan lain, algortima Hamming Code tidak mendukung data dengan panjang 2 bit. Algortima Hamming Code tidak mampu melakukan pengecekan terhadap posisi data error (bad bit) yang lebih dari satu buah.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan KomunikasiArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
