PERPADUAN BUDAYA HINDU DAN BUDDHA DI PURA GOA GIRI PUTRI NUSA PENIDA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah mekanisme berlangsungnya pertemuan budaya Hindu dan Buddha di Pura Goa Giri Putri, mengidentifikasi wujud-wujud perpaduan tersebut, serta mengungkap nilai yang terkandung di dalamnya. Kajian ini menerapkan teori akulturasi budaya sebagai pisau analisis untuk membaca dinamika pertemuan dua tradisi keagamaan itu, sementara teori multikulturalisme digunakan untuk menggali dimensi makna yang lahir dari perpaduan tersebut. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, serta didukung kajian pustaka yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif analitik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dua faktor utama mendorong terjadinya akulturasi ini, yakni keterbukaan masyarakat lokal terhadap masuknya tradisi Tionghoa ke dalam lingkungan budaya Hindu, serta kuatnya kepercayaan atau keyakinan yang dipegang oleh komunitas setempat. Wujud akulturasi dapat diamati melalui keberadaan arca pemujaan Buddha yang ditempatkan secara berdampingan dengan pelinggih dewa-dewa Hindu di dalam kawasan Goa Giri Putri. Sarana ritual yang digunakan pun tidak mengalami pembedaan antara kedua tradisi keyakinan tersebut. Pada tataran makna, akulturasi budaya Hindu-Buddha di Pura Goa Giri Putri membawa pesan nilai multikulturalisme dan nilai sosio-religius bagi masyarakat Dusun Karangsari, Desa Suana, Nusa Penida, sekaligus menumbuhkan sikap simpati, apresiasi, dan toleransi di tengah keberagaman agama dan budaya.
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan BudayaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
