LINGUISTIK LANSKAP: MULTILINGUAL PADA TANDA DI RUANG PUBLIK KAWASAN EKOWISATA SUBAK SEMBUNG DENPASAR
Abstrak
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menyelidiki gambaran linguistik di Kawasan Ekowisata Subak Sembung, Denpasar, dengan tujuan untuk mengungkapkan perwakilan identitas dan interaksi sosial lewat bahasa tertulis di ruang publik. Dengan menerapkan pendekatan sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis 11 contoh data yang dikategorikan berdasarkan pembuat tanda (top-down dan bottom-up), klasifikasi Spolsky dan Cooper (1991), serta teori fungsi bahasa yang dikemukakan oleh Landry dan Bourhis. Poin utama dari studi ini meliputi penguasaan bahasa serta fungsi informatif dan simbolik yang ada pada teks publik di lokasi yang mengkombinasikan pertanian tradisional dengan pariwisata yang berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mendominasi di ruang publik, diikuti oleh bahasa Inggris dan bahasa Bali. Fungsi informatif lebih terlihat dalam penyampaian petunjuk praktis, sementara fungsi simbolik terlihat dari penggunaan aksara Bali yang menjadi penanda identitas budaya lokal. Meskipun begitu, terdapat juga pelanggaran dalam kaidah bahasa serta strategi penulisan yang saling tumpang tindih. Kesimpulan penelitian menyoroti pentingnya penyeragaman penulisan sesuai dengan kaidah nasional dan penguatan penggunaan aksara Bali sebagai langkah untuk melestarikan budaya dalam konteks ekowisata (Landry dan Bourhis, 1997).
Kata Kunci
Cari jurnal yang tepat untuk naskah Anda
MatchMind AI mencocokkan abstrak naskah Anda dengan ribuan jurnal terakreditasi dan menampilkan rekomendasi terbaik beserta alasannya.
Coba MatchMindLihat profil lengkap jurnal ini
Waktu review, biaya APC, statistik sitasi, indeksasi Scopus, dan banyak lagi.
Buka Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan BudayaArtikel ini juga tersedia di situs resmi jurnal.
